Angklung

Angklung adalah alat musik tradisionil asal Indonesia yang terbuat dari bambu. Alat ini mungkin satu-satunya alat musik melodius yang dimainkan dengan cara digoyang. Angklung cocok untuk konser kolosal, karena membutuhkan banyak pemain yang kompak.

Dilihat dari fisiknya (Gambar 1), seluruh badan angklung terbuat dari bambu, kecuali sedikit tali pengikatnya yang terbuat dari rotan. Sebuah angklung dapat mengeluarkan suara “klung klung” yang merdu ketika digoyang karena tabung resonator besar (3) dan tabung resonator kecil (2) berbeturan dengan tabung dasar (4). Untuk memainkan angklung, orang dapat memegang rangka (5) dengan tangan kiri agar angklung tergantung bebas sementara tangan yang lain memegang tabung dasar dekat resonator besar. Untuk membunyikan angklung, secara umum ada tiga cara, yaitu:

  • Digetarkan berkali-kali selama ketukan nada (kurulung).
  • Disentakan sekali untuk satu ketukan nada (centok).
  • Digetarkan dengan menutup salah satu resonator (tengkep).

Jika suara angklung direkam dan dianalisis dengan mendalam, maka akan tampak gelombang akustik angklung saat digetarkan (Gambar 2) terdiri atas:

  • Gelombang frekuensi tinggi sesuai nada, dihasilkan oleh resonator besar maupun kecil (7).
  • Gelombang sampul (envelope) berfrekuensi rendah, akibat dari getaran yang dilakukan si pemain musik (8).

Dari analisis suara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas tinggi nada dasar angklung ditentukan oleh tabung resonator, namun kualitas dengungannya ditentukan oleh getaran yang dilakukan si pemain musik, dimana:

  • Semakin sering/cepat menggetar, maka gelombang sampul makin tinggi frekuensinya dan membuat suara angklung makin halus.
  • Jauh jarak menggetar (amplitudo) perlu disesuaikan dengan frekuensi getar, dimana arah getaran harus segera berbalik begitu terjadi tumbukan antara tabung resonator dan tabung dasar. Perlu dicatat bahwa amplitudo getaran ini tidak berpengaruh banyak pada amplitudo nada dasar, karena itu lebih ditentukan oleh resonator.
  • Lama menggetarkan harus sesuai dengan lama ketukan nada.

Dengan karakteristik alat seperti itu, maka untuk memainkan suatu lagu diperlukan banyak angklung sekaligus, membentuk ensemble. Beberapa prinsipnya adalah:

  • Harus disediakan angklung melodi yang dapat mencakup seluruh rentang nada lagu. Misalkan untuk lagu dengan rentang nada satu oktaf, diperlukan 1 set angklung yang terdiri atas 8 angklung dengan nada berbeda.
  • Angklung dimainkan secara berurutan sesuai tangga lagu. Dari satu nada ke nada berikutnya, sebaiknya dilakukan tanpa terputus (sinambung). Namun jika tinggi nadanya sama, perlu diberi jeda sebentar.
  • Untuk setiap nada lagu, beberapa angklung dengan nada yang sama bisa dimainkan sekaligus membentuk koor. Untuk ini, jumlah set angklung harus digandakan.
  • Suatu lagu juga bisa diiringi suara harmonis (suara 2, suara 3, dst.). Pada teknik ini, beberapa angklung dengan nada berbeda harus dimainkan secara bersamaan.

Jelaslah bahwa untuk memainkan angklung diperlukan kerjasama banyak musisi dengan dipimpin oleh seorang konduktor. Karena itulah angklung sangat tepat sebagai alat musik keakraban dan kekompakkan.

 

Related posts:

Rahasia Angklung Padaeng 1 - M...
Akhirnya setelah lewat 75 tahun, Pak Daeng Soetigna (alm) mendapat pengakuan resmi sebagai...
Kajian Teknik Memainkan Angklu...
Secara kasat mata, nampak bahwa angklung adalah alat musik bambu yang terdiri atas kombina...
Membuat Angklung
Angklung dibuat dari bambu yang konon hanya tumbuh di bumi Parahyangan. Cara pembuatannya ...
Nada 2 - Angklung Melodi
Ketika Pak Daeng Soetigna menciptakan angklung diatonis, sekitar tahun 1930-an, bangsa Ind...
Seberapa Universal-kah Musik A...
Dalam dunia angklung sering kali muncul peryataan bahwa musik angklung adalah musik yang u...
Rahasia Angklung Padaeng 2 - A...
Angklung akompanimen, dari namanya sudah jelas, bertugas sebagai pengiring dalam suatu pad...
Filosofi Angklung
Salah satu hal yang mengagumkan dari leluhur bangsa Indonesia adalah, mereka selalu punya ...
PPM ITB untuk Bale Angklung Ba...
Sebagai wujud penghormatan pada Pak Handiman, sang empu angklung, ITB  menyelenggarakan ke...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


three + 6 =