Klungbot, Ancaman atau Pendorong ?

Angklung adalah alat musik yang biasanya dimainkan oleh manusia beramai-ramai. Ketika muncul robot yang mampu memainkan angklung bahkan tanpa bantuan seorang manusiapun, muncullah dilema. Ini ancaman ataukah pendorong bagi budaya dan tradisi bangsa ?

Banyak musisi angklung yang langsung bertanya, bagaimana mungkin robot yang tidak punya “rasa” seni menggantikan manusia. Keprihatinan atas munculnya robot angklung tergambar pada salah satu pendapat berikut (posting user circlove di thread kaskus ):

Jujur aja yah gan, perasaan ane melihat inovasi ini bercampur2 antara bangga, miris dan ironis. Disatu sisi ane bangga ternyata anak muda dan pelajar2 kita sekarang ini sudah sangat pintar dalam penguasaan teknologi, bahkan bisa menciptakan inovasi seperti ini. Tapi disatu sisi ane sebagai yang berprofesi musisi sangat2 miris melihat kenyataan bahwa cara yang dipakai untuk membangun kesadaran mencintai dan mengenal musik dan alat musik budaya digunakan dengan cara yang menurut ane sangat sarkastik ini.

Manusia adalah satu2 nya mahluk yang musikal di alam semesta ini, dan tidak ada yang bisa menyamai manusia dalam hal bermusik. Manusia memiliki emosi dan perasaan serta akal untuk disalurkan melalui musik. Ane hanya takut aja suatu saat nanti robot lah yang akan memainkan semua alat musik khususnya alat musik tradisional,. Jadi kalo hanya untuk display atau presentasi, ane sangat mendukung dan bangga dengan inovasi seperti ini. Tapi kalo untuk dipentaskan rasanya JANGAN SAMPE robot ini yang dipentaskan, karna itu secara tidak langsung sudah menginjak2 harga diri setiap musisi entah itu professional ataupun amatir. Alih2 mementaskan segerombolan robot, menurut ane lebih bijak kalo alat musik tradisional di promosikan dengan cara memberikan workshop atau sekolah gratis atau beasiswa khusus untuk memepelajari musik dan alat tradisional. Contoh nya di IKJ ada beasiswa full untuk jurusan Angklung.. Ini tujuannya agar simanusia bisa berinteraksi langsung dengan alat tersebut. Bisa ane prediksikan cepat atau lambat pasti nanti bakal ada lagi inovasi GAMELANBOT, gamelan yang dimainkan oleh robot persisi seperti ini, dan berbagai alat musik tradisional lainnya. Coba agan pikir disatu sisi miris ga seperti itu?? Gimana kita tidak ditertawakan oleh para musisi etnomusikologi dunia kalo sempat melihat robot2 ini?
Sekali lagi menurut ane kalo hanya sebatas presentasi teknologi, ane setuju dan mendukung, TP BUKAN UNTUK DIPENTASKAN..

Sebagai inovator klungbot, saya amat sangat setuju dengan opini di atas. Boleh dikata, dibanding alat musik lain, angklung unik karena sifatnya masal. Atmosfir musik angklung terasa begitu meriah dan gembira, ketika dimainkan beramai-ramai.

Namun di sisi lain, angklung terasa menyebalkan ketika … tak ada cukup orang untuk memainkannya. Bayangkan anda seorang komposer musik, mendadak dapat ilham membuat lagu baru dengan angklung, lalu ingin mencobanya. Mudahkah mengundang 20 orang dalam waktu singkat ?

Karena itulah keinginan untuk memainkan angklung seorang diri selalu ada di diri seniman, baik saat mencipta maupun pentas. Pada tahun 1960-an, Pak Yoes Roesadi memelopori grup musik Aruba dengan memainkan angklung solo, dimana satu set angklung digantung pada palang, dan dimainkan seorang pemusik saja. Lalu tahun 2007, Kang Yayan Udjo menciptakan angklung toel. Pada alat musik ini, angklung dipasang terbalik pada suatu rangka dan diberi karet pengikat sehingga dengan di-toel sekali saja, angklung bisa bergetar sendiri beberapa saat. Kedua pelopor itu menunjukkan bahwa seorang seniman pun bisa memainkan angklung dengan hebat, namun juga memperlihatkan keterbatasan manusia yang cuma punya dua tangan. Secepat apapun tangannya, pada satu saat cuma dua angklung yang bisa digoyang bersamaan, sehingga memainkan akord 3 nada saja tidak akan bisa.

Menghadapi situasi ini, manusia perlu bantuan makhluk bertangan banyak seperti tarantula atau oktopus. Namun itu tidak mungkin. Lebih mudah jika minta tolong teknologi dan membuat robot bukan ?

Sesungguhnya, itulah motivasi dibalik terciptanya klungbot. Dengan klungbot, seniman yang mendapat ide untuk mencipta atau mengaransemen lagu kini tinggal menuliskan ilham yang tengah mengalun dibenaknya ke komputer, lalu tekan tombol “play” dan voila … ciptaannyapun bisa terdengar nyata.

Aransemen lagu Que sera-sera dengan 3 suara

Sementara itu seniman yang ingin mencoba bermain solo, juga bisa menyambung midi-keyboard ke komputer, lalu tinggal bermain seperti bermain piano dengan 10 jari. Jangankan lagu daerah dengan 3 suara, lagu-lagu klasik ala mozart dan bethoven pun akan bisa dimainkan. Cara ini juga bisa dipakai saat pentas oleh kelompok pemusik seperti nampak pada video berikut.

 

Sebagai catatan lain, alat musik akustik seperti gitar, biola, drum, dan lain-lain harus dimainkan langsung oleh seniman. Robot yang bisa memainkannya masih jarang, dan kalaupun ada permainannya masih sekelas amatir dengan harga yang sangat mahal. Angklung harus bangga sebagai alat musik akustik yang kini bisa dimainkan oleh robot dengan kualitas permainan yang nyaris menyamai profesional, serta biaya pembuatannya relatif murah.

Semoga para seniman bisa menerima bahwa penciptaan klungbot ini, secara rendah hati bermaksud untuk memberi solusi ketika keadaan memaksa bahwa angklung harus dimainkan dengan sesedikit mungkin seniman. Untuk pementasan, selayaknyalah musik angklung dibawakan oleh banyak orang seperti orkestra musik klasik yang megah itu.

Related posts:

Rahasia Angklung Padaeng 1 - M...
Akhirnya setelah lewat 75 tahun, Pak Daeng Soetigna (alm) mendapat pengakuan resmi sebagai...
Kajian Variasi Angklung
Dari survey yang lebih luas, terungkap bahwa secara umum angklung bervariasi atas sistem n...
Klungbot jadi HT di Kaskus
De facto, kaskus adalah komunitas online terbesar asli Indonesia (facebook, yahoo, dll kan...
Sesepuh-sesepuh Angklung
Angklung adalah alat musik tradisionil Indonesia yang sudah ada sejak jaman Hindu. Siapa p...
Angklung Untuk Pendidikan
Pada hari pendidikan nasional, bertemulah para seniman angklung dan pendidik di Saung Angk...
Rahasia Angklung Padaeng 3 - S...
Saking mudahnya, anak taman kanak-kanakpun bisa bermain angklung. Untuk mereka Pak Daeng S...
Hama Angklung
Angklung adalah alat musik yang semuanya terbuat dari bambu (plus sedikit pengikat dari ro...
PPM ITB untuk Bale Angklung Ba...
Sebagai wujud penghormatan pada Pak Handiman, sang empu angklung, ITB  menyelenggarakan ke...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


three × = 3