Angklung Untuk Pendidikan

Pada hari pendidikan nasional, bertemulah para seniman angklung dan pendidik di Saung Angklung Udjo. Yang dibahas adalah cita-cita lama, yaitu menggunakan angklung sebagai sarana pendidikan tuk membangun karakter bangsa.

Kenapa cita-cita itu disebut lama ? Sebab pada tahun 1968, sebenarnya sudah keluar Surat Keputusan dari menteri pendidikan yang memutuskan:

  1. Menetapkan angklung sebagai alat pendidikan musik di lingkungan Depdikbud.
  2. Menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk mengusahakan agar supaya angklung dapat diterapkan sebagai alat pendidikan musik tidak hanya dalam lingkungan Depdikbud.
  3. Keputusan mulai berlaku pada hari ditetapkan (23 Agustus 1968)

Dengan demikian, jelas bahwa niat pemerintah sudah ada. Bagaimana kondisinya saat ini ?

Pada sarasehan malam 2 Mei itu, ada makalah dari 2 orang profesor. Pak Prof. Dr. Jacob Sumardjo membahas tentang Pendidikan Budaya Angklung. Menimbang bahwa ada berbagai jenis angklung (tradisionil dan modern, juga dari berbagai daerah), maka patut dipertanyakan:

  1. Bahan ajar musik bambu mana yang akan diberikan kepada peserta didik ?
  2. Laras apa yang akan dipakai (diatonis atau pentatonis), mana yang duluan ?
  3. Bagaimana dengan alat musik tradisionil lain, yang bambu maupun non bambu ?
  4. Apakah sudah ada ilmu tentang bambu, khususnya untuk angklung ?

Sementara itu Prof Dr. Mohamad Surya menegaskan bahwa angklung bisa digunakan sebagai media pendidikan karakter. Potensinya sangat kuat karena saat bermain angklung, murid didik mengalami olah pikir, oleh rasa, olah raga, maupun olah hati. Masalahnya adalah:

  1. Bagaimana hal itu dapat masuk ke kawasan dunia pendidikan ?

Demikianlah, cita-cita angklung untuk pendidikan ini begitu mulia dan besar. Banyak orang yang sudah berjuang puluhan tahun berusaha mewujudkannya. Namun dari dua makalah tersebut, point penting yang berhasil di-sharing dengan para peserta barulah pertanyaan-pertanyaan.

Untunglah dari pembicara, ada beberapa jawaban. Pak Sam Udjo menceritakan bahwa SAU sangat perhatian dengan masalah bambu, dan saat ini sudah bekerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah untuk membuat kebun bambu seluas lebih dari 90 hektar. Ini bisa sedikit menjawab kebutuhan bahan bambu, seandainya diknas memang ingin mengelontorkan program angklung ke sekolah-sekolah.

Pak Handiman, sebagai empu pembuat angklung, kemudian melengkapi dengan mengatakan bahwa untuk mengajarkan seni musik, sebaiknya dipakai angklung diatonis dulu. Hal ini karena ilmu musik sistem diatonis sudah lebih standar.

Dari pihak pendidikan, Ibu Rita Milyartini, Dr.,M.Si menyampaikan bahwa UPI sudah mencoba beberapa model pendidikan karakter memakai angklung (dan alat musik lain). Bahan ajar yang sedang dirintis antara lain:

  1. Bimbingan praktis bermain angklung
  2. Angklung sebagai media pembelajaran musik
  3. Aransemen musik angklung
  4. Cara membuat angklung
  5. Kearifan lokal di balik musik angklung
  6. Pembelajaran angklung untuk anak berkebutuhan khusus.

Kita akui bahwa Angklung jelas punya potensi yang besar sebagai alat musik pendidikan musik maupun karakter. Negara Korea sudah punya kurikulum tentang angklung. Malaysia sudah mulai memasukkan angklung ke pendidikan TK, dan secara bertahap akan memasukkannya ke tingkat selanjutnya. Sementara ini, kita di Indonesia masih bisa mengaku sebagai pemilik kebudayaan angklung dengan berlindung dibalik tameng pengakuan UNESCO.  Namun sampai berapa lama ? Kalau anak-anak negara manca sana akhirnya lebih jagoan bermain angklung, ya kita akan tergilas.

 

Related posts:

KlungBot @ New Majesty Bandung
KlungBot - Bohemian Rhapsody - Live @ New Majesty Bandung Angklung Robot Queen Cover , An...
Menjajal KiNXT di IRO 2012
Ajang Indonesia Robotic Olimpiade digelar kembali di Jakarta. Kali ini Klungbot I (yang ma...
Klungbot di Tripple Helix dan ...
Tanggal 8 Agustus adalah hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Tahun 2012 ini, kegiatannnya...
Ayo Masuk ITB 2013
Klungbot itu tukang bikin ribut. Tapi kalau sedang cari perhatian ... ya bikin ribut itu y...
Tour Intel
Seseorang menelpon dan bertanya, "Klungbot pakai komputer apa ya?". Langsung dij...
Klungbot di Peresmian Pusat Kr...
Ini untuk pertama kalinya, klungbot ditanggap sebagai alat peresmian, menggantikan gong. P...
PPM ITB untuk Bale Angklung Ba...
Sebagai wujud penghormatan pada Pak Handiman, sang empu angklung, ITB  menyelenggarakan ke...
Pagelaran Angklung KPA ITB 201...
Dalam rangka memperingati hari pengakuan UNESCO atas Angklung, KPA ITB mengadakan pagelara...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five + 6 =