Berjuang di INAICTA 2012

INAICTA adalah ajang penghargaan tertinggi untuk karya-karya inovatif di bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Ajang ini diselengarakan setiap tahun oleh Depkominfo, dan selalu ramai dengan karya-karya hacker Indonesia. Tahun ini pesertanya lebih dari 1400 tim dan makin banyak yang dari luar Jakarta, demikian kata web panitia. Perjuangan jadi juara makin berat saja, namun tentunya ini pertanda bagus bagi kemajuan ICT Indonesia. Berikut ini kisah petualangan tim developer klungbot ke INAICTA 2012.

Mencari Ide

Proses berkarya selalu mulai dari ide. INAICTA sangat menghargai ide yang orisinal, kreatif, dan sebisa mungkin membumi dengan permasalahan Indonesia. Tim klungbot mendapat ide ketika tahun lalu hanya mendapat medali perunggu di ajang IRO 2012, dimana para juri menilainya hanya sebagai “mesin” pemain angklung, bukan “robot”. Kalau robot, seharusnya bisa berinteraksi dengan manusia. Karena itulah ingin dibuat sistem yang mampu menerima menerima perintah dari manusia secara interaktif kemudian dikirim ke klungbot.

Untuk itu tim pergi ke Saung Angklung, dan melihat bahwa para turis senang diajak bermain angklung beramai-ramai, dengan dipimpin oleh seorang konduktor. Konduktor ini memakai isyarat tangan untuk nada-nada DO, RE, MI hingga Do tinggi.

 

Pengembangan

Setelah dapat ide, kini saatnya membuat ide itu jadi nyata. Ini bukan semudah membalik telapak tangan. Perlu hacker yang hebat. Tim klungbot akhirnya dibantu oleh:

  • Alvin Nurhadi, membuat aplikasi KlungDroid untuk HP / tablet android. Dengan aplikasi ini, banyak orang (yang masing-masing memegang android) bisa terkoneksi ke server klungbot, memilih nada, lalu menggoyang HP-nya. KlungDroid akan mengenali pola goyangan ini, dan jika itu getaran yang benar, akan mengirim perintak MIDI ke klungbot. Dengan kata lain, kini klungbot bisa dimainkan beramai-ramai.
  • Ari Angga Rochim, membuat aplikasi C# bernama KlungNect. Aplikasi ini berjalan di laptop Windows 7 yang dilengkapi dengan sensor Kinect untuk menangkap gerakan orang. Video gerak orang ini diolah dengan algoritma pengenal isyarat (gesture recognition), sehingga KlungNect bisa mengirim perintah MIDI ke klungbot. Alhasil, klungbot kini bisa bermain secara interaktif dengan dipimpin seorang konduktor.

Pelajaran yang bisa dipetik … jangan ragu bekerja sama. Konseptor ide harus ketemu dengan implementor yang trampil. Barulah karya hebat bisa diwujudkan.

 

Pendaftaran

Setelah aplikasi (nyaris) selesai, pendaftaran ke INAICTA segera dilakukan. Ada dua kiat saat ini. Pertama, baca baik-baik kategori yang ada dan pilih yang paling mengena dengan aplikasi kita. Lalu saat mendaftar, peserta akan diminta memasukkan dokumen-dokumen, yang akan jadi bahan seleksi tahap 1 untuk menentukan nominator. Tak perlu ditekankan lagi, dokumen harus diisi sebaik mungkin. Baca benar-benar kolom form pendaftaran, lalu karang isinya dengan tepat. Setelah itu baru buat dokumen pendukung berupa PDF yang dilengkapi dengan foto, atau video secukupnya. Buat peserta anak sekolah, seringkali orang tua / guru ingin membantu. Sebaiknya sadari bahwa juri pasti bisa menilai mana yang karangan anak-anak mana yang buatan orang dewasa. Jadi beri petunjuk, lalu biarkan anak yang mengarang sendiri.

Penjurian

Seleksi tahap 1 akan memilih para nominator yang diundang untuk presentasi ke Jakarta (sampai sekarang masih biaya sendiri). Apa kiatnya ? Oh … banyak sekali. Penulis sudah pernah ikut coaching ke APICTA, dan nasehat para pakar begitu hebat dan ciamik (terutama Pak Eko Indrajit). Tinggal pilih yang mampu. Untuk tim klungbot, ini dia kisahnya setelah sampai di tempat penjurian (gedung Fx).

Langsung mendaftar ke panitia, lalu cari tempat yang ada colokan listriknya. Tim kumpul dulu, untuk menaikkan semangat 🙂

 

Kumpul Tim

 

Karena jadwal penjurian masih lama (memang sengaja datang lebih awal), ada waktu untuk merangkai sistem dan mencobanya dulu di lokasi. Lebih baik error didepan tim lawan dari pada error di depan juri kan ?

Uji coba sistem sebelum penjurian

Nah menjelang masuk, survey dulu kondisi ruangan penjurian. Tandai posisi meja juri, meja peserta, juga LCD untuk presentasi. Dari situ, rancang posisi duduk, letak barang dan pengkabelan serta urutan masuk ke ruangan. Ingat, kita hanya diberi waktu 5 menit untuk siap-siap.

Diskusi strategi masuk ruangan dan presentasi

Setelah masuk, ucapkan salam pada para Juri, dan kenalkan anggota tim, lalu mulai presentasi. Biar nampak kekompakannya, setiap anggota tim punya peran yang jelas. Ada yang membawakan presentasi, dan ada yang mendemokan.

Alvin presentasi, sementara Dias mendemokan

Sebisa mungkin, tonjolkan benar bagian karya yang paling kreatif, hardware nya buatan sendiri, atau algoritmanya rumit. Techie pisan tak apa-apa. Ngak mungkin kan, jurinya gaptek 😉

Ochim mendemokan dan menjelaskan teori klungNect

 

Demikian pengalaman kami, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang akan maju INAICTA tahun depan. Doakan kami bisa ikut juga ya 😀 😀 😀

 

Related posts:

Suwe Ora Jamu
Suwe Ora Jamu adalah lagu daerah jawa yang diciptakan oleh R.C. Hardjosubroto. Lagu ini sa...
Klungbot Versi 3
Klungbot 3 adalah versi pertama yang sudah bisa bermain angklung dengan layak. Inovasi uta...
Kompas TV meliput Klungbot
Kompas TV baru saja berdiri, dan wakilnya di Bandung adalah STV, ketika mereka mengundang ...
Klungbot versi 4
Klungbot 4 dikembangkan dengan kilat dalam rangka mengikuti APICTA 2011. Bantuan besar dat...
Liputan BBC
BBC adalah kantor berita negara Inggriss yang reputasinya sudah tak diragukan lagi. Ketika...
103 Inovasi Indonesia
Bulan Agustus 2011, Klungbot masuk sebagai salah satu produk di buku "103 Inovasi Ind...
Angklung Untuk Pendidikan
Pada hari pendidikan nasional, bertemulah para seniman angklung dan pendidik di Saung Angk...
Pasar Seni ITB 2014
Pasar Seni adalah perhelatan 4 tahunan di kampus ITB yang boleh dikata paling heboh. Jalan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 7 = two