Cajon

Cajon adalah alat musik perkusi yang bentuknya kotak, bisa diduduki, dan menakjubkan sekali bahwa suaranya bisa setara dengan satu set drum atau kendang (kecuali tak ada cimbalnya). Waktu pergi ke toko musik, saya berniat membeli drum, namun akhirnya pulang membawa cajon.  Sesampai di rumah, cajun ini cocok sekali ditaruh di ruang keluarga. Bisa jadi kursi dan ditabuh kapan saja, kalau hati sedang suka.

Memainkan cajon ternyata susah-susah gampang. Pertama, kenali daerah pukulannya.

  • Daerah “tak”, posisinya di pinggir atas.
  • Daerah “dung” posisinya ditengah lebar, kira-kira sepertiga tinggi dari atas.
  • Daerah “crek”, posisinya antara daerah tak dan dung. Kalau dipukul dengan benar, maka selain suara perkusi juga akan terdengar suara kawat snare.
  • Daerah “tuk”, ada di sisi kiri kanan cajun. Suaranya seperti kayu.

Kemudian, ini yang menyenangkan, memukul cajun bisa dilakukan dengan gaya bebas, penuh improvisasi. Teknik dasarnya adalah:

  • Pukulan semua jari rapat untuk daerah tak, dengan tapak tangan menempel di atas cajon.
  • Pukulan satu atau dua jari, untuk bermain pukulan sisipan dengan cepat.
  • Pukulan tapak tangan penuh ke daerah crek atau dung.
  • Pukulan tapak tangan seperti mangkok.
  • Pukulan dengan lima ujung jari membentuk paruh burung bangau. Bagus buat daerah dung.
  • Pukulan satu ujung jari, kalau perlu melibatkan kuku.
  • Pukulan tapak tangan yang ada cincinnya (ini saya temukan tak sengaja, karena saya pakai cincin kawin).

Pada waktu pertama kali mencoba, suara cajon akan terdengan seperti kayu saja. Namun setelah lama bermain suaranya akan makin enak karena:

  • Tangan makin rileks. Ini penting sekali. Kalau tangan kaku, suaranya malah tak nendang.
  • Cajonnya sendiri juga tambah lemes, mudah bergetar dengan luwes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


eight − = 1