Doremi 2 – Banyak Suara

Minggu kedua latihan klungbot, kang Asep mengusulkan lagu “Que Sera Sera” dengan banyak suara. Tantangan aransemen lagu ini adalah, ada bagian dimana suara satu memainkan angklung secara centok, sementara suara dua mengiringinya secara kurulung. Kemudian, lagu di tutup dengan enam suara sekaligus. Apakah si robot sanggup ???

Serahkan urusan robot pada engineer, sekarang urusan seniman. Mari lihat saja bagaimana lagu banyak suara itu dituliskan dalam notasi doremi.

$ Que sera sera (short version)
T: Que Sera Sera
C: Jay Livingston | Ray Evans
A: Asep Suhada
M: 3/4
Q: 125
K: C

$ Intro, 3 voices
V1: 7 1' 2'| 1' 7 .|0 2^ 3^|4^ 0 7, |1 . . |. . .|0 0 0|
V2: 2 3 4 | 3 2 .|0 7,^ 1^|2^ 0 5, |5, . . |. . .|0 0 0|
V3: 7, . . | . . .|0 0 0 |5,^ 0 2, |3, . . |. . .|0 0 0|

$ Song, with centok and kurulung background
V1: 1^ 2^ 3^| 5^ . 3^|5^ . 3^|5^ . . |3^ 5^ 3^|6^ 5^ .|6^ 5^ 3^|
V2: 0 . . | 1 . . |7, . . |6, . . |5, . . |6, . .|7, . . |

V1: |4^ . .|. . .|7^ 1'^ 2'^ |1'^ 7^ .|6^ 7^ 1'^|7^ . .|
V2: |1 . .|7, . .|2^ 3^ 4^ |3^ 2^ .|2^ 4^ 5^ |2^ . .|

$ Kurulung, 3 voices
V1: |4 5 6|5 . 7,|1 . .|1' . 7\|6 . 4 |6 . .| . . 7|
V2: |2 3 4|5 . 5,|3 . .|. . . |4 . 6,|4 . .| . . 4|
V3: |5, . .|5, . 4,|1 . .|. . . |4, . . |1 . .| 4, . .|

V1: |2' 1' 6|5 . 1 |3 . .|. . 4/|6 5 3|
V2: |7 5 4|3 . 5,|1 . .|. . 1 |3 2 1|
V3: |6, . .|1 . . |5, . .|. . . |5, . .|

V1: |5 . 2|5 . .|. 2 3|4 . 7,|1 . .|. . .|
V2: |2 . .|1 . .|7, . .|7, . 5,|3, . .|. . .|
V3: |5, . .|5, . .|5, . .|2, . . |1, . .|. . .|

V1: |7, 2 3 |4 . 7,|1 . .|. . .|7, 2 3 |
V2: |5, 4, 6,|5, . 5,|3, . .|. . .|5, 4, 6,|
V3: |2, . . |2, . . |1, . .|. . .|2, . . |

$ Closing, with 6 voices
V1: |6 . 7 |1' . .|. . .|4' . .|. . .|3' . .|. . .|0 0 0|
V2: |2 . 2 |3 . .|. . .|1' . .|. . .|1' . .|. . .|0 0 0|
V3: |7, . 5,|5, . .|. . .|4 . .|. . .|3 . .|. . .|0 0 0|
V4: |0 . 2,|1, . .|. . .|6, . .|. . .|5, . .|. . .|0 0 0|
V5: |0 0 0 |0 0 0|0 0 0|1 . .|. . .|1 . .|. . .|0 0 0|
V6: |0 0 0 |0 0 0|0 0 0|4, . .|. . .|1, . .|. . .|0 0 0|

Seperti contoh sebelumnya, lagu selalu dimulai dengan baris-baris informasi. Hal yang baru di sini, ada baris A:  (Arranger). Jadi nampak bawa untuk menghormati peran masing-masing, notasi  doremi membedakan antara:

  • Composer : pencipta lagu asli
  • Arranger : pembuat aransemen
  • Editor : penyunting, yang mengetik ke komputer dengan menyalin dari sumber lain

Kemudian masuk ke bagian lagu. Hal yang baru di sini, nampak bahwa baris V kini bisa banyak, masing-masing diberi nomor 1 dan seterusnya (bisa hingga 16) hingga menjadi  1 bait. Aturannya di sini adalah, panjang total setiap suara pada suatu bait haruslah sama dengan V1. Jika berbeda, maka perangkat lunak akan menolak memainkannya.

Bait pertama lagu adalah intro yang terdiri dari 3 suara. Masuk ke bait kedua dan ketiga, nampak bahwa suara satu dimainkan secara centok dengan tiap not diberi tanda ^ (stacato). Setelah tahap itu, lagu masuk ke bagian badan yang terdiri dari 3 suara, semuanya kurulung. Pada bagian akhir, lagu ditutup dengan suara yang menguat. Untuk itu jumlah angklung yang dimainkan meningkat dari 3, menjadi 4, lalu menjadi 6 buah. Pada notasi doremi, nampak bahwa bait terakhir terdiri atas 6 suara dengan baris V1 – V6. Di awal bait, saat suara baru 3 buah, maka  V4 hingga V6 harus diberi not 0 (diam) agar panjang baris konsisten dengan V1.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, nampak adanya dua nada kromatis (4/ dan 7\). Dengan demikian aransemen ini hanya bisa dimainkan bila klungbot memang memegang angklung untuk nada tersebut.  Jadi sebelum membuat  aransemen, kenali dulu angklung yang tersedia.

Sebenarnya, klungbot bisa disuruh memegang angklung nada apa saja. Namun biasanya rentang nada angklung sudah sesuai standar yang dikenal umum. Sejauh ini klungbot sudah pernah dipasangi:

  • Angklung Sarinande : terdiri atas 8 angklung, nada penuh semua dari nada mutlak c – c’. Dalam not angka dengan kunci C, nada yang bisa dimainkan adalah  1 –  1’. Unit ini pernah di pasang pada Klungbot I, mampu menjangkau lagu-lagu seperti Suwe Ora Jamu dan Cicak di Dinding.
  • Angklung Sarinande Plus : terdiri atas 13 angklung, nada penuh semua dari nada G – e’ (dalam not angka menjadi 5, – 3’ ). Dipakai pada Klungbot II, untuk lagu-lagu seperti Terima Kasihku, Hymne Guru, Rayuan Pulau Kelapa.
  • Angklung 17 : terdiri atas nada-nada G,A,A#,B,c,d,e,f, f#, g, a, a#, b, c, d, e, f. Konfigurasi ini mulai dipakai sejak Klungbot 5, mampu memainkan lagu-lagu dengan nada dasar G dan C, dengan jangkauan nada 1 ½ oktaf.  Lagu que sera-sera tersebut, minimal membutuhkan unit angklung-17 ini (dimana 4/ adalah f# dan 7\ adalah a#).
  • Angklung 25 : Angklung  2 oktaf lengkap nada penuh maupun nada kromatis, dari F hingga f’.
  • Angklung 37 : Angklung 3 oktaf lengkap, dari C hingga c”.

Demikianlah, terima kasih atas paksaan Kang Asep, notasi doremi sudah bisa dipakai menulis lagu yang cukup kompleks. Hasilnya langsung dibawa ke base-camp tim APICTA 2011, seperti video berikut.

 

Related posts:

Doremi 1 - Notasi Dasar
Bulan November 2011, Klungbot III baru saja menjadi winner INAICTA 2011, dan didapuk jadi ...
Nada 1 - Sistem Diatonis
Saat belajar suatu lagu kita familiar dengan nada yang dilafalkan sebagai DO, RE, MI, FA, ...
Suara 03 – Spektrum Suara
Jika suara sudah tercampur, mungkinkah kita memisahkannya lagi menjadi gelombang-gelombang...
Doremi 5 - Ritme
Ritme adalah sepotong untaian nada yang berulang-ulang dengan beat yang sama, namun bisa b...
Doremi 6 - Perkusi
Perkusi adalah alat musik tetabuhan misalnya kendang, atau drum. Dalam suatu lagu, perkusi...
Klungbot membuka APCO Incubati...
APCO Incubation adalah kegiatan regional Asia Pacific untuk menetaskan calon wirausahawan....
Aransemen Angklung 2 - Bass
Dalam musik angklung, alat musik non bambu yang sering dipakai adalah bass betot. Suara ba...
Pagelaran Angklung KPA ITB 201...
Dalam rangka memperingati hari pengakuan UNESCO atas Angklung, KPA ITB mengadakan pagelara...

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Thank's for your comments