Doremi 3 – Banyak Instrumen

Sekitar akhir dekade 1960-an, Pak M. Burhan memelopori suatu ensemble yang diberi nama arumba (alunan rumpun bambu) [1][2]. Sesuai namanya, ensemble ini terdiri atas berbagai alat musik bambu seperti angklung, gambang melodi, gambang pengiring, bass lodong maupun calung. Nah, bagaimanakah kita bisa mengaransemen lagu untuk dimainkan oleh berbagai alat musik ini ?

Secara musikal, pertama kita harus kenal dulu karakter suara dari masing-masing alat musik (timbre, rentang nada, panjang suara, dll) serta bagaimana orang memainkannya. Hal pertama jelas penting untuk menyesuaikan alat musik dengan lapis-lapis aransemen. Sementara itu hal kedua perlu diperhatikan, sebab manusia hanya punya dua tangan, tidak seperti oktopus. Kalau pada aransemen banyak nada dimainkan secara bersamaan, artinya perlu tambah orang dan alat musik.

Arumba

Arumba [2][3]

Untuk arumba, ada lima alat musik :

  1. Angklung adalah alat musik getar, yang suaranya bisa panjang (sustain). Dalam arumba, ada banyak angklung (minimal 31) sehingga rentang nadanya cukup luas. Namun harus diingat bahwa kalau dimainkan oleh satu orang, maksimal hanya dua nada yang bisa berbunyi bersamaan.
  2. Gambang melodi umumnya dimainkan dengan dua pemukul, sanggup berganti nada dengan cepat, namun masa hidup suaranya pendek. Pada satu gambang melodi umumnya memiliki 31 nada.
  3. Gambang pengiring memiliki 17 nada dan dimainkan dengan empat pemukul untuk membentuk akord. Biasanya gambang ini tidak dimainkan secepat gambang melodi.
  4. Bass lodong dimainkan dengan satu pemukul, akan menghasikan suara nada rendah yang bisa berdengung agak lama.
  5. Kendang biasanya terdiri atas sepasang kendang ibu dan anak. Dimainkan dengan pukulan tangan yang bervariasi, sehingga bisa mengeluarkan berbagai jenis suara (tak, tung, dang, dung, dll) yang tidak bernada (unpithc).

Untuk mendukung aransemen arumba (maupun ensemble secara umum), maka notasi doremi menyediakan lapis-lapis (track) dimana satu lapis berkaitan dengan satu alat musik. Untuk pembakuan, maka didefinisikan lapis-lapis sebagai berikut:

  • V (voice) : adalah lapis utama untuk melodi. Lapis ini umumnya dimainkan dengan angklung.
  • VA (accompaniment): adalah lapis yang dimaksudkan untuk pengiring, bisa diisi dengan angklung akompanimen atau gambang pengiring.
  • VB (bass): lapis untuk instrumen nada rendah, yaitu bass-lodong.
  • VC (candante): lapis untuk instrumen pembawa irama, di sini diisi oleh gambang melodi.
  • VD (drum): lapis untuk alat musik perkusi, dalam hal ini kendang.
  • VE: lapis yang biasanya diisi alat musik gesek (rebab, biola, dll).
  • VF: lapis untuk alat musik tiup (suling, flute, terompet, dll).
  • VG: lapis untuk alat musik petik (kecapi, gitar, dll).
Panel instrumen klungbot

Panel instrumen klungbot

Agar fleksibel, perangkat lunak menyediakan pemetaan setiap lapis (V, VA, …) ke berbagai alat musik (instrumen). Seperti nampak pada gambar,  tersedia setidaknya 10 alat musik yang populer dipakai untuk aransemen angklung. Untuk mengasosiasikan lapis ke instrumen tertentu, tinggal centang pada baris-kolom yang sesuai. Sebagai contoh, Kang Asep Suhada memilih angklung untuk lapis V, sementara untuk lapis VB lebih suka memakai “bass-betot”.  Dengan penataan seperti itu, maka aransemen lagu angklung yang dilengkapi bass-betot bisa ditulis dalam notasi doremi sebagai berikut.

 

T: BAGIMU NEG'RI
C: Kusbini
A: Asep Suhada (2012)
M: 4/4
Q: 60
K: G

$ lagu
V1: | 5 . 1' .- 6- | 5 . 3 . | 5 .- 5- 1' .- 2'- | 3' .  .  . |
V2: | 3 . 4  .- 4- | 3 . 1 . | 3 .- 3- 4  .- 5-  | 5  .  .  . |
VB: | 1,. 4, .     | 1,. . . | 1,.     4, .      | 1, 1, 2, 3,|

V1: | 4'. 5' .- 5'-| 3' .  1' . | 1' .- 1'- 2' .- 3'- | 2' .  .  . |
V2: | 6 . 7  .- 7- | 5  .  3  . | 4  .- 4-  6  .- 6-  | 5  .  .  . |
VB: | 4,. 5; .     | 1, 7; 6; . | 2, .      2, .      | 5, 4, 3, 2,|

V1: | 5 . 1' .- 6- | 5  . 3  .  | 5  .-  5-  1'  .-  2'- | 3' .  .  .  |
V2: | 3 . 4  .- 4- | 3  . 1  .  | 3  .-  3-  4   .-  5-  | 7  .  .  .  |
VB: | 1,. 4, .     | 1, . .  .  | 1, .       4,  .       | 3, 3, 2, 3, |

V1: | 4'. 5' .-  5'- | 3' .  1' . | 2'+ 3'+ 4'+  3' . | 2' . 1' . | . 0
V2: | 6 . 7  .-  7 - | 5  .  6  . | 7+  1'+ 2'+  1' . | 7  . 3  . | . 0
V3: | 1 . 2  .       | 3  .  3  . | 2    .       1  . | 2  . 1  . | . 0
VB: | 4,. 5; .       | 1, 7; 6; . | 2,+ 3,+ 4,+  1, . | 5; . 1, . | . 0

Nampak bahwa  melodi utama ditulis dalam baris-baris V1, V2, dan pada bait akhir ditambah V3. Sementara itu bass pengiring ditulis dalam dalam baris VB.  Jadi dapat disimpulkan bahwa pada notasi doremi ini:

  • Banyak instrumen bisa dituliskan pada baris-baris lagu dengan awalan V, VA, …, VG.  Dalam hal ini yang wajib ada adalah lapis V. Lapis lain sifatnya opsional.
  • Untuk setiap lapis, bisa dibuat jadi banyak suara dengan menambahkan nomornya, misal V1, V2 dst. Untuk lapis lain juga sama saja, misalnya VB1, VB2 dst.
  • Jumlah instrumen dan suara setiap baris bisa berubah pada setiap bait, namun dalam satu bait, panjang ketukan total semua baris harus sama dengan V1.

Oh ya, dibanding artikel sebelumnya beberapa detail penulisan yang baru di sini adalah:

  • Lagu ini menggunakan nada dasar 1=G, jadi pada begian kepala ada baris K: G
  • Di bait terakhir, ada not diikuti sufix tanda tambah (+). Itu artinya panjang not adalah 2/3 ketuk.

Setelah dituliskan dengan lengkap, aransemen tersebut bisa langsung dimainkan di komputer dengan meng-klik tombol play pada perangkat lunak. Maka suara instrumen-instrumen yang telah dipilih akan terdengar di speaker komputer. Agar lebih bagus, sebaiknya komputer dipasangi speaker eksternal yang bagus, atau pakai head-phone.

Nanti kalau aransemennya sudah memuaskan, koneksikan klungbot ke komputer. Pada perangkat lunak, pindah asosiasi lapis V ke instrumen “Klungbot”. Klik tombol “play”, maka aransemen lagu tersebut akan terdengar suara dari angklung asli, bukan lagi suara synthesizer.

 

Referensi:
[1] http://mohamadburhan.blogspot.com/2009/10/riwayat-musik-angklung-arumba.html
[2] http://kuliahmusikonline.blogspot.com/2013/01/arumba-tradisi-dengan-gaya-masa-kini.html
[3] http://www.angklung-udjo.co.id/angklung/arumba/

 

Related posts:

Doremi 1 - Notasi Dasar
Bulan November 2011, Klungbot III baru saja menjadi winner INAICTA 2011, dan didapuk jadi ...
Nada 1 - Sistem Diatonis
Saat belajar suatu lagu kita familiar dengan nada yang dilafalkan sebagai DO, RE, MI, FA, ...
Suara 01 - Gelombang Suara
Suara adalah sesuatu yang kita dengar melalui telinga. Itu menurut kita, orang awam. Kalau...
Suara 02 - Campuran Suara
Para pelukis suka mencampur warna. Misalnya saja warna biru dicampur merah jadi ungu, atau...
Doremi 4 - Akord
Dalam partitur lagu, sering kita temui ada baris nada-nada utama dalam not angka, kemudian...
Nada 2 - Angklung Melodi
Ketika Pak Daeng Soetigna menciptakan angklung diatonis, sekitar tahun 1930-an, bangsa Ind...
Aransemen Angklung 2 - Bass
Dalam musik angklung, alat musik non bambu yang sering dipakai adalah bass betot. Suara ba...
Makalah Klungbot ke Negara Jir...
Untuk memperkenalkan angklung di negeri sahabat, bulan november ini Eko M. Budi ikut konfe...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× five = 5