Doremi 4 – Akord

Dalam partitur lagu, sering kita temui ada baris nada-nada utama dalam not angka, kemudian diatasnya ada huruf besar yang menyatakan akord. Biasanya akord ini dimainkan dengan gitar atau organ. Notasi doremi mengusulkan cara yang inovatif untuk menuliskan hal ini.

Sebagai contoh, ini ada potongan partitur lagu “Jangkrik Genggong” (selengkapnya ada  di http://hadisutrisno.com/partitur-teks-lagu-jangkrik-genggong/). Tembang ini sangat ngetop saat dilantunkan oleh sang sinden legendaris, Waljinah. Tangga nada aslinya adalah pentatonis, namun masih bisa dikonversi ke nada diatonis dengan kunci C.

Jangkrik_Gengong

 

Seperti bisa di lihat, pada baris atas ada huruf C, lalu G, lalu C lagi. Itu artinya pada bar tersebut harus dimainkan akord C mayor, G mayor, lalu ke C mayor lagi. Akord adalah paduan tiga atau lebih nada yang jika dibunyikan bersama, maka akan terdengar enak. Tabel berikut memperlihatkan paduan nada tersebut untuk akord mayor dan minor (masih ada banyak akord lainnya).

Tabel Akord

Tabel Akord

Sekarang kita akan coba menuliskan lagu Jangkrik Genggong tersebut dengan not balok, memakai software Muse Score. Nampak bahwa kita memerlukan dua balok staff untuk Voice dan Bass Guitar. Pada balok Bass Guitar, perhatikan bahwa untuk akord, kita harus menggambarkan 3 nada dibunyikan bersamaan.

Not balok lag Jangkrik Genggong

Not balok lag Jangkrik Genggong

Kalau kita ikuti cara itu apa adanya, artinya kita perlu menulis 3 baris VB (sesuai teknik penulisan banyak suara). Wah, jadi tidak praktis.

Akord Mutlak

Melihat partitur asli sebelumnya, maka pada notasi doremi dikenalkan pemakaian huruf kecil untuk menuliskan akord. Sebagai contoh, akord yang umum dipakai adalah:

AKORD PENULISAN
Mayor c, c#, d, d#, e, f, f#, g, g#, a, a#, b
Minor c, c#m, dm, d#m, em, fm, f#m, gm, g#m, am, a#m, bm
Mayor Septim c7, c#7, d7, d#7, e7, f7, f#7, g7, g#7, a7, a#7, b7

Dengan demikian, lagu Jangkrik Genggong itu bisa dituliskan sebagai berikut:

T: Jangkrik Genggong
C: Waljinah
E: Iryani
M: 4/4
Q: 80
K: C

V1: |0 0 1 3|5 3 1 6,|5, .- 1- 1 3|5 3 1 3|2 . 0- 2- 2- 3-|
VB: |0 0 0 0|c 0 0 0 |c 0 0 0     |c 0 0 0 |g 0 0     0    |
W1:  Kendal kaline Wungu ajar kenal karo aku    lele

V1: |5 5- 5- 3 6|5 .- 3- 2 1|3 1 6, 2|1 . . 3|
VB: |g 0     0 0|g 0     0 0|c 0 0  0|c 0 0 0|
W1:  ne mati digepuk ngepuk nganggo walesane su-

Saat dimainkan, maka huruf akord (c atau g) akan otomatis diubah menjadi 3 nada sesuai tabel akord.

Akord Relatif

Kemudian kang Asep Suhada punya permintaan. Misalkan lagu ini perlu naik 1 nada, yang artinya pindah kunci jadi D. Hal itu mudah dilakukan dalam notasi doremi, cukup dengan mengganti baris kepala K:C menjadi K:D. Maka nada melodi angka 1, yang tadinya setara dengan nada C, akan otomatis bergeser ke D. Di sini terasa enaknya pakai not angka yang sifatnya relatif. Kalau pakai not mutlak, seperti not balok, maka seluruh not harus diganti juga.

Namun sialnya, notasi doremi baru saja mendefinisikan akord pakai huruf mutlak. Akord yang sudah ditulis pakai huruf c, tidak bisa diinterpretasikan jadi akord d begitu saja, demikian pula akord g jadi akord a. Apa akal ?

Kang Asep lalu memberi saran, untuk akord sebaiknya pakai angka juga. Jadilah notasi doremi mendefinisikan penulisan akord relatif menggunakan angka, dimana angka 1 akan mengikuti kunci nada dasar.

AKORD PENULISAN
Mayor @1, @1/, @2, @2/, @3, @4, @4/, @5, @5/, @6, @6/, @7
Minor @1m, @1m/, @2m, @2m/, @3m, @4m, @4m/, @5m, @5m/, @6m, @6m/, @7m
Mayor Septim @1s, @1s/, @2s, @2s/, @3s, @4s, @4s/, @5s, @5s/, @6s, @6s/, @7s

Dengan kunci K:C, maka akord @1 akan ditermahkan menjadi akord mutlak c mayor, sementara @5 jadi akord g mayor. Kalau kunci di geser jadi K:D, maka @1 juga ikut bergeser jadi d mayor. Dengan demikian, lagu Jangkrik Genggong dalam notasi doremi menjadi:

T: Jangkrik Genggong
C: Waljinah
E: Iryani
M: 4/4
Q: 80
K: C

V1: |0 0 1 3|5  3 1 6,|5, .- 1- 1 3|5  3 1 3|2  . 0- 2- 2- 3-|
VB: |0 0 0 0|@1 0 0 0 |@1 0     0 0|@1 0 0 0|@5 0 0     0    |
W1:  Kendal kaline Wungu ajar kenal karo aku    lele

V1: |5  5- 5- 3 6|5 .- 3- 2 1|3  1 6, 2|1  . . 3|
VB: |@5 0     0 0|@5 0 0 0   |@1 0 0  0|@1 0 0 0|
W1:  ne mati digepuk ngepuk nganggo walesane su-

Inovasi ini sangat sederhana, namun efektif. Sekarang akan sangat mudah untuk mengganti kunci, sebab semua nada maupun akord otomatis mengikuti.

Sebagai referensi, saat ini akord yang sudah didukung notasi doremi adalah:

AKORD SINGKATAN JUMLAH INTERVAL CONTOH NADA-NADA
Mayor kosong atau M 3 4-3 @1, @1M C-E-G
Minor m 3 3-4 @1m C-D#-G
Augmented aug 3 4-4 @1aug C-E-G#
Diminished dim 3 3-3 @1m C-D#-F#
Mayor 7th M7 4 4-3-4 @1M7 C-E-G-B
Minor 7th m7 4 3-4-3 @1m7 C-D#-G-A#
Augmented 7th aug7 4 4-4-2 @1aug7 C-E-G#-A
Diminished 7th dim7 4 3-3-3 @1dim7 C D# F# A#

Catatan:

  • interval dihitung sebagai bilangan bulat. Jadi interval nada C-C#=1, C-D=2, dst.
  • nama nada mutlak semuanya pakai sharp #, tidak pakai mol  

Pustaka:

 

Related posts:

Que Sera Sera
Seorang anak khawatir akan masa depannya, namun ibunya menenangkan dengan berkata "Qu...
Nada 1 - Sistem Diatonis
Saat belajar suatu lagu kita familiar dengan nada yang dilafalkan sebagai DO, RE, MI, FA, ...
Suara 02 - Campuran Suara
Para pelukis suka mencampur warna. Misalnya saja warna biru dicampur merah jadi ungu, atau...
Suara 03 – Spektrum Suara
Jika suara sudah tercampur, mungkinkah kita memisahkannya lagi menjadi gelombang-gelombang...
Doremi 5 - Ritme
Ritme adalah sepotong untaian nada yang berulang-ulang dengan beat yang sama, namun bisa b...
Nada 2 - Angklung Melodi
Ketika Pak Daeng Soetigna menciptakan angklung diatonis, sekitar tahun 1930-an, bangsa Ind...
Font Not Angka Doremi - 1.0
Yeah, akhirnya !!! Kini notasi doremi akan bisa terlihat seperti not angka yang umum denga...
Makalah Klungbot ke Negara Jir...
Untuk memperkenalkan angklung di negeri sahabat, bulan november ini Eko M. Budi ikut konfe...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− two = 0