Doremi 5 – Ritme

Ritme adalah sepotong untaian nada yang berulang-ulang dengan beat yang sama, namun bisa beda akord. Notasi doremi punya cara sederhana untuk menuliskannya.

Misalkan kita akan menulis lagu “Kopi Dangdut”, lagu terkenal oleh Fahmi Shahap, yang aslinya ternyata lagu latin dari Venezuela gubahan Moliendo Cafe. Kita akan mainkan angklung pada nada utama V, dibantu oleh bass-betot pada VB, angklung centok pada VA, dan carumba pada VC. Berikut ini potongan 3 bait lagu aransemen doremi-nya (maaf kalau terlihat ngaco, ini contoh kalau tidak disederhanakan)

T: Kopi Dangdut
C: Moliendo Cafe
A: Asep Suhada
M: 4/4
Q: 120
K: G

$$ LAGU 1
V1: | 0 0 0-3- 6-7- | 1' .-1'- . 1'    |1' .-7- .   6    |
VB: | 0 0 0    0    | 6, .- 1 3,- 3,   |6, .- 1 3,- 3,   | 
VA: | 0 0 0    0    | 0 @6m-@6m- 0 @6m |0 @6m-@6m- 0 @6m |
VC: | 0 0 0    0    | @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m-| @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- |

V1: |1' .- 1'- . .    |. . .-3- 6-7-   | 1' .-  1'-  .    1' |   
VB: |6, .- 1 3,- 3,   |6, .- 1 3,- 3,  | 6, .-  1     3,- 3, | 
VA: |0 @6m-@6m- 0 @6m |0 @6m-@6m- 0 @6m| 0  @6m-@6m- 0    @6m| 
VC: | @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m-| @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m-|@6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m-|

V1: | 1' .- 7-   . 6   | 2' .- 2'-  . .   | .  .        .-6- 7-1'- |
VB: | 6, .- 1 3,-  3,  | 2, .- 4, 6;- 6;  | 2, .- 4,    6;-  6;    | 
VA: | 0 @6m-@6m- 0 @6m | 0 @2m-@2m- 0 @2m | 0  @2m-@2m- 0    @2m   |
VC: | @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- @6m-@6m- | @2m-@2m- @2m-@2m- @2m-@2m- @2m-@2m- | @2m-@2m- @2m-@2m- @2m-@2m- @2m-@2m-|

 

Demi mempermudah penulisan ritme, notasi doremi menyediakan tiga fitur sebagai berikut.

Simile

Pada contoh lagu di atas, baris V adalah nada-nada utama yang ditulis seperti biasa, menggunakan not angka. Selanjutnya di baris VB, nampak untaian nada memainkan bass. Yang menarik adalah, perhatikan bahwa nada-nada pada satu birama akan berulang pada birama berikutnya. Dalam kasus ini, penulisan akan bisa disingkat dengan simbol persen (%), atau dalam istilah musik disebut simbol simile. Dengan simbol itu, maka nada-nada pada satu bar sebelumnya akan diulang persis apa adanya.

Simile bernada

Ritme juga nampak pada baris VA, hanya saja di sini yang dimainkan adalah akord @6m (yang dengan kunci K: G artinya adalah akord E minor). Tidak masalah, pengulangan bar berisi akord juga bisa ditulis dengan tanda (%). Namun jika diteruskan, pada bait ketiga birama kedua, akord yang dimainkan berubah menjadi @2m (A minor), walau ritme permainan adalah tetap. Dengan notasi doremi, kita tak perlu menulis ulang lagi ritmenya, cukup menuliskan pengulangan ritme dengan simbol simile yang diberi nada yaitu (%2m). Nanti bar akan sebelumnya akan diulang, namun nada akarnya akan bergeser menjadi seperti yang diminta (dalam hal ini menjadi 2m).

Ritme Relatif

Pada baris VC, suasana agak kelewatan. Di sini instrumen carumba ingin dimainkan dengan cepat setiap setengah ketuk, sehingga pada satu birama akan ada delapan not. Kalau dituliskan begitu saja pakai notasi akord, barisnya jadi panjang. Terlihat bahwa baris VC tersebut mblandang  sendiri, tidak sama panjang dengan baris-baris sebelumnya.

Untunglah dalam dunia musik, dikenal adanya pola ritme (rhytm pattern) yang sudah baku. Misalnya saja:

Birama Pola ritme Ketukan
2/4 tango x x x x
3/4 waltz X X X
4/4 swing X X X X
4/4 march X x x X X
4/4 double x x x x x x x x

Keterangan: X = 1 ketuk; x = 1/2 ketuk

Dengan adanya definisi pola ritme tersebut maka penulisan notasi doremi bisa lebih mudah. Dalam hal ini, pola untuk VC yang cocok adalah “double”. Karena itu kita bisa menuliskan ritmenya pada bagian header (R: double). Nanti pada baris lagu, ketika akan memainkan ritme maka kita tuliskan dengan simbol (%@), diikuti dengan nada akord yang akan dimainkan.

Nah, dengan 3 fitur penulisan tersebut, berikut ini lagu Kopi Dangdut yang tadi:

$ Lagu kopi dangdut dengan memekai simile dan ritme
T: Kopi Dangdut
C: Moliendo Cafe
A: Asep Suhada
R: double
M: 4/4
Q: 120
K: G

$$ Lagu Bag 1
$ VB ritme pakai not, lalu ulang
$ VA ritme pakai akord, lalu ulang
$ VB ritme pakai pola double pada akord 6m, lalu ulang
V1: | 0 0 0-3- 6-7- | 1' .-1'-    .    1'  | 1' .-7- . 6 | 
VB: | 0 0 0    0    | 6, .- 1      3,- 3,  | %           |
VA: | 0 0 0    0    | 0  @6m-@6m- 0    @6m | %           |
VC: | 0 0 0    0    | %@6m                 | %           |

V1: | 1' .-1'- . . | . . .-3- 6-7- | 1' .-1'- . 1' | 
VB: | %            | %             | %             |
VA: | %            | %             | %             |
VC: | %            | %             | %             |

$ VB ganti ritme pakai not, lalu ulang
$ VA tidak ganti ritme, tapi tukar akord 2m
$ VC tetap ritme double, tapi tukar akord 2m
V1: | 1' .-7- . 6 | 2' .-2'- .   .  | . . .-6- 7-1'- |
VB: | %           | 2, .-4,   6;-6; | %              | 
VA: | %           | %2m             | %              |
VC: | %           | %@2m            | %              |

Bagaimana, lebih mudah ditulis dan dibaca bukan ?

Ritme Mutlak

Pada notasi not angka yang sudah banyak dikenal, ritme pengiring tetap ditulis sebagai huruf mutlak. Karena itu notasi doremi juga masih mendukungnya, dimana penulisannya adalah sesuai dengan nama akord, namun diawali dengan huruf besar.

RITME PENULISAN
Mayor C, C#, D, D#, E, F, F#, G, G#, A, A#, B
Minor Cm, C#m, Dm, D#m, Em, Fm, F#m, Gm, G#m, Am, A#m, Bm
Mayor Septim C7, C#7, D7, D#7, E7, F7, F#7, G7, G#7, A7, A#7, B7

Seperti halnya akord mutlak, cara penulisan dengan ritme mutlak ini juga bersifat tetap, tidak terpengaruh kunci. Misalnya jika ditulis C, maka yang akan dimainkan adalah kombinasi nada (c, e, dan g), apapun kunci lagunya. Karena itu walau ritme mutlak ini lebih pendek penulisannya, lebih dianjurkan untuk memakai ritme relatif dengan angka. Untuk contoh, akan diberikan pada artikel berikutnya.

 

Related posts:

Doremi 1 - Notasi Dasar
Bulan November 2011, Klungbot III baru saja menjadi winner INAICTA 2011, dan didapuk jadi ...
Suara 01 - Gelombang Suara
Suara adalah sesuatu yang kita dengar melalui telinga. Itu menurut kita, orang awam. Kalau...
Suara 03 – Spektrum Suara
Jika suara sudah tercampur, mungkinkah kita memisahkannya lagi menjadi gelombang-gelombang...
Font Not Angka Doremi - 1.0
Yeah, akhirnya !!! Kini notasi doremi akan bisa terlihat seperti not angka yang umum denga...
Song of Joy
Lagu "Song of Joy", karya Bethoven yang diaransemen oleh Kang Asep Suhada. Dimai...
Klungbot membuka APCO Incubati...
APCO Incubation adalah kegiatan regional Asia Pacific untuk menetaskan calon wirausahawan....
Aransemen Angklung 1 - Melodi ...
Kang Asep Suhada dan kang Budi Supardiman berbagi ilmu aransemen angklung di workshop klun...
Makalah Klungbot ke Negara Jir...
Untuk memperkenalkan angklung di negeri sahabat, bulan november ini Eko M. Budi ikut konfe...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 5 = one