Doremi 6 – Perkusi

Perkusi adalah alat musik tetabuhan misalnya kendang, atau drum. Dalam suatu lagu, perkusi dimainkan untuk memberi hentakan (beat). Karena itu, nada alat perkusi tidaklah penting, bahkan sering dianggap sebagai alat musik tak bernada (unpitch).  Bagaimana menuliskan hal ini dengan notasi doremi.

Sebagai pembawa hentakan, permainan perkusi biasanya mengikuti pola tertentu, dan mungkin dengan sedikit variasi di akhir bait. Pada banyak literatur, pola ini dituliskan dengan huruf x dan o, misalnya:

Contoh penulisan pola tabuhan jazz
x = kick 
o = snare
Huruf besar = 1 ketuk, huruf kecil = 1/2 ketuk 

| X o x X O |

Mengambil kebiasaan tersebut,  notasi doremi membuat konvensi bahwa untuk menuliskan perkusi, akan dipakai huruf o – z (12 simbol). Masing-masing simbol ini dipetakan ke bunyi perkusi sesuai dengan kit yang akan dipakai, seperti nampak pada tabel berikut:

Simbol Perkusi Kendang Kit Drum Kit
o crik hit-hat pedal
p cring hit-hat closed
q kenong ride 1
r gong ride 2
s cymbal 1 cymbal 1
t cymbal 2 cymbal 2
u gendang-tung tom 1
v gendang-tang tom 2
w gendang-tik tom 3
x gendang-dung bass kick 1
y gendang-dang bass kick 2
z gendang-tak snare

Dengan definisi tersebut, kini kita bisa menuliskan baris perkusi yang biasanya di tulis pada trak VD. Pola perkusi jazz misalnya, ditulis sebagai berikut:

VD1 : | x z- x- x z |

Nah, kalau kanal VD itu di-set ke instrumen “Kendang Kit”, maka akan menghasilkan suara “DUNG tak dung DUNG TAK”.

Wah, masih kurang menghentak. Perlu ditambah bunyi “crik” sedikit. Mudah, tuliskan saja sebagai banyak suara, misalnya:

VD1 : | x z- x- x z |
VD2 : | 0 o     0 o |

$ notes: 0 di VD2 adalah angka NOL (diam)
$ Bukan huruf O besar

Sudah mantap, sekarang pola ini mau diulang untuk seluruh lagu. Tak perlu copas, gunakan saja simbol simile (%). Bahkan berita lebih bagusnya, tanda simile bisa bekerja untuk seluruh suara. Cukup tuliskan saja simile tersebut pada kanal utama (VD).

$ baris pertama, perkusi ditulis per suara
$ bisa diulang dengan simile
VD1 : | x z- x- x z | % |
VD2 : | 0 o     0 o | % |

$ baris selanjutnya di kanal VD (tanpa nomor)
$ pakai simile untuk ulang seluruh suara
VD: | % | % |

Untuk contoh lengkapnya, Lihat lagu Manuk Dadali berikut (versi pendek)

$ Manuk dadali is a traditional song from Sundanesse
$ This arrangement shows the use of calung rhythm and percussion
T: Manuk Dadali
O: Jawa Barat
A: Asep Suhada, Eko M. Budi
R: calung
M: 4/4
Q: 110
K: C

$ INTRO
V1: |4  . .- 3- 4- 5-|7  . .- 5- 7- 1'-|1' . . .|0 0- 5- 3- 4- 5- 7-|

$ BAIT 1
$ V1 nada utama, memakai not angka
$ VC memakai ritme (calung), ditulis dengan akord mutlak (huruf besar)
$ VD1 dan VD2 perkusi banyak suara
V1: |1' 7- 1'-  3- 4-  5- 5- |5 .- 5-  3- 4-  5- 7- |1' 7- 1'-  3- 5-  4- 3- |
VC: |C                       |C               |C               |
VD1:|x  z- y-   x      z     |%               |%               | 
VD2:|0  o       0      o     |%               |%               | 

$ VD mengulang baris VD1 dan VD2 memakai simile
V1: |4 .- 5-  4- 3-  1- 7,- | 1- 3-  4- 5-  1- 3-  4- 4- |4 .- 5-  4- 3-  1- 7,-|
VC: |G                      |C                           |C                     |
VD: |%                      |%                           |%                     | 

V1: |1- 3- 4- 5- 1- 3- 1- 7,-|1  .- 5- 3- 4- 5- 7-|
VC: |C                       |C                   |
VD: |%                       |%                   | 

$ REFF
$ Perkusi berubah, harus ditulis lagi
V1: |6  4- 5- .- 6- 4- 5-|6- 6- 6 .- 1'- 7- 6-|5  3- 5- .- 6- 3- 6-|
VC: |F                   |F                   |C                   |
VD1: |x- x- z- y-  x z   |%                   |%             | 
VD2: |p o 0 o            |%                   |%                   | 

V1: |5- 5- 5 .- 1- 3- 5-|6  4- 5- .- 6- 4- 5-|6- 6- 6 .- 6- 7- 1'-|
VC: |C                  |F                   |F                   |
VD: |%                  |%                   |%                   | 

V1: |2'  7- 5- .- 6- 7- 2'-|1'- 1'- 1'- 5- 3- 4- 5- 7-|
VC: |D                     |C                         |
VD: |%                     |%                         | 

$ CODA
$ perkusi berubah lagi
V1: |1  .     .- 1- 3- 5-|1  . .- 1- 3- 5-|6- 6-   . . .|7- 7-   . . .|
VC: |C                   |F               |G            |G            |
VD1:|x  z- x- x     z    |%               |%            | %           |
VD2:|0  o     0     o    |%               |%            | %           |

$ bagian akhir yang seru
$ V2 ditambahkan dengan memakai akord angka
V1: |1'-^ 1'-^ 1'-^ 0- 0 0|
V2: |@1-^ @1-^ @1-^ 0- 0 0|
VC: |c-^   c-^  c-^ 0- 0 0|
VD1: |x- x-  x- 0- 0 0 | 
VD2: |s- s-  s- 0- 0 0 |

Related posts:

Nada 1 - Sistem Diatonis
Saat belajar suatu lagu kita familiar dengan nada yang dilafalkan sebagai DO, RE, MI, FA, ...
Suara 01 - Gelombang Suara
Suara adalah sesuatu yang kita dengar melalui telinga. Itu menurut kita, orang awam. Kalau...
Suara 02 - Campuran Suara
Para pelukis suka mencampur warna. Misalnya saja warna biru dicampur merah jadi ungu, atau...
Doremi 4 - Akord
Dalam partitur lagu, sering kita temui ada baris nada-nada utama dalam not angka, kemudian...
Nada 2 - Angklung Melodi
Ketika Pak Daeng Soetigna menciptakan angklung diatonis, sekitar tahun 1930-an, bangsa Ind...
Font Not Angka Doremi - 1.0
Yeah, akhirnya !!! Kini notasi doremi akan bisa terlihat seperti not angka yang umum denga...
Aransemen Angklung 1 - Melodi ...
Kang Asep Suhada dan kang Budi Supardiman berbagi ilmu aransemen angklung di workshop klun...
Aransemen Angklung 2 - Bass
Dalam musik angklung, alat musik non bambu yang sering dipakai adalah bass betot. Suara ba...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 × three =