ITB Membuat Angklung

Angklung itu suaranya merdu, semua orang sudah tahu itu. Namun tidakkah anda bertanya-tanya, bagaimana bisa bambu yang sederhana itu, hanya dengan diraut sedemikian rupa, bisa menghasilkan suara yang enak ? Para mahasiswa ITB mencoba menguak hal itu sesuai dengan filosofi angklung … menelitinya secara masal !

Pada semester II tahun ajaran 2013/2014 ini, tak kurang dari 400 mahasiswa beramai-ramai membuat angklung dan melakukan pengukuran dengan seksama. Fokus permasalahan adalah, para empu punya prinsip sederhana untuk menghasilkan suara yang merdu, yaitu:  “suara pukul harus ngajodo dengan suara tiup”.

Suara pukul adalah bunyi yang muncul ketika tabung suara angklung dipukul pada bagian kakinya, atau perutnya (sekitar tengah-tengah tabung). Sementara itu suara tiup bisa didengar ketika mulut kolom resonansi di-tiup dengan lembut. Secara sains, bisa dijelaskan bahwa :

  • Suara pukul dibangkitkan oleh bending wave pada tabung suara dipukul.
  • Suara tiup adalah resonansi udara .

Dengan demikian, frekuensi bending wave pada tabung suara ini harus sesuai dengan frekuensi resonansi pada kolom udara.

Untuk membuktikan hal itu, mahasiswapun diajak membuat angklung sendiri pakai pisau, gergaji, amplas dan lain-lain. Kata seorang empu di Saung Angklung Udjo, perlu 10 tahun sebelum seseorang mahir menala angklung. Jadi bisa dimaklumi kalau para mahasiswa kerja keras melakukan praktikum ini. Ditambah lagi, percaya atau tidak, ternyata ada saja mahasiswa yang seumur hidup belum pernah pegang pisau. Maka acara meraut angklung-pun jadi seru, penuh wajah-wajah tegang, jeritan-jeritan ngeri, bahkan berdarah-darah.

Meraut dan merekam suara tabung angklung

Meraut dan merekam suara tabung angklung

Menganalisis suara angklung dengan laptop

Menganalisis suara angklung dengan laptop

Namun kerja keras ramai-ramai itu ternyata bisa dilakukan juga, dan pada akhirnya para mahasiswa bisa bermain angklung masal memakai angklung buatan sendiri. Senior dari KPA ITB memimpin sesi ini dengan memakai kode tangan, maupun memakai partitur sepanjang 10 meter (ini masuk rekor tidak ya ?)

Angklung masal mahasiswa ITB

Angklung masal pakai partitur

Dari kegiatan ini, rasa hormat pada angklung semakin tinggi saja. Para sesepuh telah mengajari bahwa angklung itu alat musik yang punya suara dan filososi. Kini setelah mencoba membuatnya sendiri, ternyata angklung juga punya sains yang dalam, bahkan ada yang belum terpecahkan !

 

Related posts:

KlungBot @ITBFAIR2012
KlungBot @ITBFAIR2012 , a show stopper, everyone was stopping to see. Ini adalah ke...
Menjajal KiNXT di IRO 2012
Ajang Indonesia Robotic Olimpiade digelar kembali di Jakarta. Kali ini Klungbot I (yang ma...
Klungbot di Tripple Helix dan ...
Tanggal 8 Agustus adalah hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Tahun 2012 ini, kegiatannnya...
103 Inovasi Indonesia
Bulan Agustus 2011, Klungbot masuk sebagai salah satu produk di buku "103 Inovasi Ind...
Anugerah Inovasi Jawa Barat 20...
Demi mendorong lahirnya bibit-bibit penemu di Jawa Barat, pemerintah mulai mencanangkan An...
PPM ITB untuk Bale Angklung Ba...
Sebagai wujud penghormatan pada Pak Handiman, sang empu angklung, ITB  menyelenggarakan ke...
Makalah Klungbot ke Negara Jir...
Untuk memperkenalkan angklung di negeri sahabat, bulan november ini Eko M. Budi ikut konfe...
Pasar Seni ITB 2014
Pasar Seni adalah perhelatan 4 tahunan di kampus ITB yang boleh dikata paling heboh. Jalan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 1 = six