Klung Competition 2013

Biasanya kalau ada kompetisi, klungbot ikut jadi peserta. Kali ini …. klungbot jadi hadiah ! Ini berkat mahasiswa Teknik Fisika ITB yang mengadakan kompetisi mengaransemen lagu angklung untuk SMP/SMA se Jawa Barat, dan para pemenang bisa membawa pulang klungbot, atas sponsor dari Motorolla Solutions Foundation.

Kompetisi ini sudah dimulai sejak bulan Agustus 2013. Para peserta yang mendaftar dipersilahkan untuk mengunduh perangkat lunak dari klungbot.engineering.or.id. Dengan perangkat lunak itu, mereka bisa berlatih mengaransemen angklung di laptop sendiri, tak perlu panggil banyak orang untuk mencobanya. Bahkan untuk yang di Bandung, ada pelatihan yang dilakukan 4 kali oleh kang Budi Supardiman dan kang Asep SUhada.

Hasil aransemen kemudian dikirim ke panitia, dan dinilai oleh dewan juri. Lewat babak tersebut, terpilih 7 finalis yang layak untuk penilaian langsung oleh dewan juri di Student Center Timur ITB, tanggal 22 November 2013. Dari tahap ini, terpilih 3 besar yang akan manggung langsung di pentas ITB Insight 2013.

Dewan juri yang diwakili kan Asep Suhada menjelaskan bahwa salah satu kesulitan membuat aransemen angklung adalah dalam mencobanya. Aransemen yang sudah ditulis, jika belum mantap dan masih perlu diubah-ubah akan membuat para pemain frustasi saat berlatih. Untuk itu keberadaan perangkat lunak klungbot sangat menolong, karena aransemen bisa dicoba dulu sampai mantap, baru dibawa ke pemain.

Dalam kompetisi ini, komposer lebih enak lagi karena ternyata hasil aransemen bisa langsung dimainkan oleh robot. Dengan demikian manusia tinggal memainkan alat musik lain sebagai pengiring. Setelah mengamati seluruh peserta, bisa diambil hikmah bahwa:

  • Kunci aransemen angklung itu adalah dalam memilih akord pengiring yang pas dengan melodi. Kalau mau aman, maka gunakan saja akord yang umum. Namun ternyata setelah diberi fasilitas, para peserta berani memakai akord-akord yang aneh, dan membuat para juri tercengang.
  • Kalau mau enak, aransemen sebaiknya memakai banyak suara sehingga terdengar penuh.
  • Jika ada banyak instrumen lain, usahakan agar suara angklung (melodi) tidak kalah.
  • Ketukan lagu oleh robot selalu tetap, sesuai dengan yang ditulis pada aransemen. Padahal manusia biasanya mengikuti emosi, dan akan bertambah cepat ketika lagu masuk bagian yag rancak. Itu membuat permainan antara robot dengan manusia sering tidak cocok.
  • Ketika bermain dengan robot angklung, pemain terpaksa harus ikut tempo melodi. Ini agak aneh, karena biasanya pemain melodi yang ikut tempo pemain drum atau bass.

Dihari pementasan, tanggal 23 November, tiga besarpun tampil dipanggung lapangan CC Timur ITB yang membludak. Penampil pertama, SMAN 4 Bandung, datang dengan empat orang yang pegang gitar, bass, cymbal, dan cahon. Sementara itu tiga orang lainnya cuma ngumpul di belakang sebuah meja angklung. Para pemain masih diam saja, namun tiga orang di belakang meja nampak mengerjakan sesuatu di komputer. Tiba-tiba angklung di meja tersebut bergerak sendiri, dan mulai berbunyi. Penonton terheran-heran, sementara para pemain mulai mengikuti lagu tersebut. Tak lama, lagu “Padamu Negri” pun terdengar. Dan mungkin keheranannya sudah hilang, penonton kini dengan penuh rasa kebangsaan ikut bernyayi ! Setelah lagu kedua “Ayo mama” pun dilantunkan, penontonpun membuat konser angklung ini jadi sarana karaoke !

Penampil kedua adalah SMAN 2 Ngawi. Yang muncul ternyata cuma ada 2 orang, itupun pegang bass dan cymbal.  Dengan penuh percaya diri, mereka mengiringi klungbot memainkan lagu “Jembatan Merah” dan “Padang Bulan” terdengar nyata suara angklung-nya. Walau sederhana, aransemen mereka dilakukan dengan benar secara teori (demikian kata juri) sehingga suara angklungpun terdengar harmonis dan penuh.


Terakhir, muncullah 8 orang dari SMAN 18 Bandung. Kali ini boleh dikata mereka tampil komplit dengan orkestra arumba. Penampilannya solid dan rancak sekali, penontonpun dengan kompak menyanyikan “Mojang Priangan” maupun “Indonesia Pusaka”. Kali ini, klungbot kalah melodi 🙂

Pada akhirnya ada tiga juara yang semuanya pulang membawa robot angklung, sementara penonton pulang dengan terhibur. Panitia juga lega setengah tak percaya karena acaranya berhasil menarik massa yang begitu banyak. Sementara bagi para pencipta klungbot, wow, ternyata si robot bisa tampil di panggung main bersama manusia, ditontoh penonton seheboh ini. Keren 🙂

 

Related posts:

Klungbot Versi 2
Setelah Klungbot 1 berhasil membuktikan bahwa robot angklung itu bisa dibuat memakai LEGO,...
Menjajal KiNXT di IRO 2012
Ajang Indonesia Robotic Olimpiade digelar kembali di Jakarta. Kali ini Klungbot I (yang ma...
Berjuang di INAICTA 2012
INAICTA adalah ajang penghargaan tertinggi untuk karya-karya inovatif di bidang teknologi ...
Pameran dan Momen Deg-degan di...
Well, setelah tim Berjuang di INAICTA 2012 pada tahap penjurian, kini saatnya tim klungbot...
Klungbot di Lomba Paduan Suara...
Klungbot diundang ikut lomba paduan suara tingkat SD. Wah .... ya ngak adil kalau robot me...
Klungbot di Tripple Helix dan ...
Tanggal 8 Agustus adalah hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Tahun 2012 ini, kegiatannnya...
Tour Intel
Seseorang menelpon dan bertanya, "Klungbot pakai komputer apa ya?". Langsung dij...
Pagelaran Angklung KPA ITB 201...
Dalam rangka memperingati hari pengakuan UNESCO atas Angklung, KPA ITB mengadakan pagelara...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 + = five