Klungbot Versi 3

Klungbot 3 adalah versi pertama yang sudah bisa bermain angklung dengan layak. Inovasi utama versi ini adalah penggunaan angklung nada murni guna menghemat jumlah angklung. Sementara itu, lengan mekanik penggerak robot dibuat dengan mesin CNC sehingga lebih presisi dan andal. Kemudian yang lebih penting, dikembangkanlah perangkat lunak dengan mesin musik berbasis doremi.

Seperti diketahui, satu unit angklung Padaeng minimal terdiri atas:

  • Angklung melodi sejumlah 31 buah
  • Angklung akompanimen mayor sebanyak 12 buah
  • Angklung akompanimen minor sebanyak 12 buah

Artinya, total diperlukan 55 buah angklung. Jika satu orang bisa memegang 3 angklung melodi atau 2 angklung akompanimen, maka diperlukan 23 orang untuk bermain. Sementara itu dalam konteks robot, akan diperlukan 55 lengan mekanik, 55 driver motor, dan mikroprosesor yang punya 55 port I/O. Kalau satu lengan+driver+port dihargai Rp 300.000, maka biaya total akan mencapai Rp 16.500.000. Duh, mahal sekali.

Karena itulah  engineer kita putar otak. Ide datang di suatu malam, untuk memakai angklung mono-tonal. Nantinya efek angklung melodi (multi-tonal harmonic) maupun angklung akompanimen (multi-tonal akord) bisa dicapai dengan memainkan beberpa angklung mono-tonal. Setelah melakukan pemetaan nada, akhirnya didapat bahwa untuk satu unit angklung Padaeng akan bisa diwakili oleh 43 angklung mono-tonal. Dengan sedikit impovisasi, akhirnya diperoleh kombinasi 36 angklung yang bisa mewakili 55 angklung padaeng. Wow, itu bisa menghemat Rp 6 juta !!!

Angklung mono-tonal tidak ada yang jual. Untunglah pada suatu hari di jalan Padasuka, Eko melihat ada anak menyetir motor sambil membawa rangka angklung. Setelah menyapa dan bertanya, sang anakpun memberi nomor telpon pengrajin angklung bernama kang Tata. Beberapa hari kemudian Eko pergi ke rumah kang Tata di tengah-tengah kuburan Cina Bandung (literary!). Ternyata kang Tata ini empu pembuat angklung yang andal dan cerdas, namun sederhana. Tanpa kesulitan dan banyak debat budaya, beliau bisa dan mau membuatkan 36 buah angklung nada murni. Ini benar-benar berkah.

Kang Tata, sang empu angklung

Setelah jumlah angklung bisa diminimalkan, kini giliran membuat lengan mekanik yang andal. Untuk itu Eko mengkontak teman lama, Bolo TF ’87 yang sekarang menjadi dosen di Politeknik Manufaktur Bandung. Sambil membawa prototype lengan mekanik klungbot 2, Eko pun menuju kampus Polman. Bolo pun langsung memberi kuliah soal teori dan praktek yang baik dalam membuat engkol. Singkat cerita, Bolo pun bersedia membuatkan 40 lengan mekanik dengan biaya …. terjangkau. Ngak murah, tapi masih masuk anggaran penelitian. Oh ya, maaf kalau belum sempat disebut, pengembangan Klungbot 3 ini didanai oleh Osaka Glass Foundation senilai 500.000 Yen.

Setelah angklung dan lengan mekanik aman ditangani ahlinya, Eko pun kembali ke kampus ganesha membuat pengontrol baru. Dengan 36 angklung, diperlukan mikroprosesor Arduino Mega atau …. 3 buah Arduino biasa. Timbang sana timbang sini, akhirnya diputuskan untuk memakai arsitektur modular, dimana 36 angklung akan dibuat menjadi 3 modul terpisah, masing-masing terdiri atas 12 angklung dan 1 mikroprosesor sendiri. Mikroprosesor-pun segera dibuat dengan bantuan Pak Iyan.

Sambil jalan, Pak Umang pun bergabung membuatkan rangka untuk Klungbot. Bulan Juni 2011, semua komponen siap dan klungbot 3 pun mulai dirakit oleh Eko dan Seno, dibantu Dian sebagai pemrogram mikroprosesor. Setelah begadang semalaman, keesokan harinya Dian menelpon “Sudah Pak !”. Ini dia permainan klungbot 3 yang pertama:


Sebagai pembuat, kami sangat girang mendengar kualitas permainannya. Masih jauh kalau dibanding pemain angklung profesional, namun setidaknya sudah sepantar dibanding manusia biasa (yaitu pembuatnya ;).  Klungbot 3 pun segera turun gunung, diikutkan ke berbagai ajang lomba:

  • September 2011, Klungbot 3 mendapat juara 1 Jabar ICT Award dari Gubernur Jabar.
  • Oktober 2011, Klungbot 3 menjadi juara 1 INAICTA 2011, kategori Research and Development.

Kang Tata dan Eko di INAICTA 2011

 

Klungbot III, Winner of INAICTA 2011

Di penghujung Desember 2011, inovasi di klungbot 3 akhirnya terdaftar sebagai paten berjudul “Angklung Nada Murni”. That was really made my year 😀 😀 😀

 

Related posts:

KlungBot @ITBFAIR2012
KlungBot @ITBFAIR2012 , a show stopper, everyone was stopping to see. Ini adalah ke...
Fitur dan Fungsi Klungbot
Klungbot terdiri atas 3 sub sistem , yaitu: Seperangkat angklung akustik dari bambu ya...
Klungbot Versi 1
Klungbot 1 dibuat oleh Karismanto Rahmadika & Krisna Diastama, sejak bulan Juni 20...
Klungbot Versi 2
Setelah Klungbot 1 berhasil membuktikan bahwa robot angklung itu bisa dibuat memakai LEGO,...
Penghargaan bagi Klungbot
Klungbot telah mendapat penghargaan sebagai berikut: Finalis Young National Award, LIP...
Membuat Angklung
Angklung dibuat dari bambu yang konon hanya tumbuh di bumi Parahyangan. Cara pembuatannya ...
Klungbot versi 4
Klungbot 4 dikembangkan dengan kilat dalam rangka mengikuti APICTA 2011. Bantuan besar dat...
KlungDroid
KlungDroid adalah software untuk mengakses klungbot secara remote memakai tablet atau hand...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven + = 14