Kueh Khas nan Lezat dari Bandung

Bandung itu kota kuliner. Banyak sekali makanan khas dari sini. Khusus untuk kueh non tradisional, ini dia yang terlezat menurut lidah saya, walau tentunya semua orang punya selera berbeda 🙂

6. Brownies Kukus Amanda

Brownies kukus Amanda muncul dimobil-mobil pinggir jalan sekitar tahun 2005-an. Produk ini umumnya dijual dalam kotak karton memanjang, kira-kira seukuran lengan. Kalau dibuka, nampak kueh berwarna coklat. Potong-potong dulu menjadi ukuran kecil, lalu coba santap. Terasa kueh yang kenyal, padat, tidak mudah hancur seperti bolu kukus. Sebaliknya juga tidak garing seperti roti atau bolu panggang biasa.

5. Pisang Molen Kartika Sari

Produk ini sudah terkenal sejak lama, ketika Kartika Sari masih toko yang nyempil di sebuah gang dekat statsiun kereta. Sekarang toko Kartika Sari bisa ditemui di jalan Dago Bandung, dan tempat parkirnya selalu penuh.

Pisang molen KS biasanya dijual dalam kotak berisi 10. Masing-masing kueh berwarna coklat, dengan lapisan mengkilat dan taburan keju di atasnya. Kalau digigit, ada lapisan kueh tipis, lalu bertemu dengan pisang, lalu terasa ada cairan yang meleleh di lidah. Paduan rasa antara terigu panggang, keju, dan pisang ini begitu pas.

4. Soez Merdeka

Soez Merdeka juga sudah terkenal sejak lama. Sesuai namanya, tokonya ada di jalan Merdeka yang menuju balai kota Bandung. Seperti kueh soez pada umumnya, kueh ini punya bagian kulit dari tepung yang dipanggang sehingga memiliki rongga. Di dalamnya ada fla. Nah, fla soez merdeka inilah yang demikian khas rasanya, dan konon karena memakai roem. Buat kalum muslimin, roem ini termasuk diharamkan. Untuk itu beli saja yang versi tanpa roem.

3. Kueh Kering J&C dan Ina Cookies

Saat ini di Bandung, tiada lebaran tanpa kueh kering J&C atau Ina Cookies. Keduanya berpusat di Bojong Koneng Bandung, dimana tokonya saling berhadap-hadapan. Kueh kering ini dijual dalam toples berharga Rp 30 – 60 ribuan. Bentuknya beragam dan nampak cantik. Sementara itu rasa yang umum adalah coklat, keju, atau buah-buahan. Favorit saya adalah Choco Mede.

2. Klapper Tart

Seperti Amanda, Klapper Tart juga muncul di Bandung dengan mobil keliling. Konon kueh ini asalnya dari Menado. Kueh ini dijual dalam wadah alumunium foil, dari ukuran kecil hingga besar. Dilihat dari permukaan atasnya, nampak lapisan padat dengan sedikit taburan coklat. Untuk memakannya, kita harus pakai sendok. Begitu disendok menembus permukaannya, akan muncul fla putih dan … ini dia khasnya … kelapa muda. Silahkan ambil sesendok, lalu masukkan ke mulut. Wow, kelapa mudanya terasa kenyal digigit sementara flanya memberi nuansa keju yang sulit dilupakan.

1. Cheese Cake Cizz

Saya terdampar ke toko cheese cake ini secara tidak sengaja. Waktu itu tokonya masih sepi, terletak di kompleks pertokoan sudut jalan Ahmad Yani – Laswi Bandung. Saya tertarik karena dulu memang suka makan cheese cake waktu di luar negeri. Ternyata cheese cake ala Bandung ini … uenaknya tidak kalah dengan yang di luar negeri.

Kueh ini ini terdiri dari bagian dasar berupa fla padat (tidak cair seperti klapper tart / soez) kemudian diatasnya diberi topping tertentu. Ada berbagai variasi rasa seperti tiramisu, coffe, strawberry, dan masih banyak lagi. Faforit saya adalah fruitty, dimana bagian dasarnya adalah cheese cake plain (tidak terlalu manis) lalu diatasnya ada berbagai buah.

Sayangnya cheese-cake ini harus dijaga tetap dingin. Karena itu agak sulit membawanya sebagai oleh-oleh ke luar kota.

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five × = 10