Pagelaran Angklung KPA ITB 2013

Dalam rangka memperingati hari pengakuan UNESCO atas Angklung, KPA ITB mengadakan pagelaran angklung 2013. Konser puncaknya dilaksanakan tanggal 16/11/2013 di Gedung Wahana Bakti POS Bandung. Tapi sebelum itu ada pameran angklung, talkshow dan workshop di kampus ITB.

Talkshow dipandu oleh mbak Febi Rihana (alumni TF ITB 2003) dengan pembicara Eko Mursito Budi (alumni TF ITB 1986) dan Maulana M. Syuhada (alumni TI ITB 2001). Pak Eko ini sebenarnya bukan pemusik angklung, tapi karena terpikat membuat robot angklung, jadilah dia membedah angklung dari sudut pandang ilmuwan. Makanya dalam pembicaraannya, muncul istilah-istilah “spektrum frekuensi”, “bending wave”, “resonansi” bahkan “medan dispersi”. Untungnya para peserta kebanyakan adalah mahasiswa ITB, jadi mereka masih bisa ketawa dapat kuliah teknologi angklung ini. Lalu dalam tanya jawab, ada pentonton yang bertanya apa manfaatnya robot angklung. Kebetulan kang Asep Suhada (alumni GL ITB 1988) ada di antara penonton, sehingga sebagai seniman angklung tulen, akhirnya dia yang maju untuk menjelaskan enaknya angklung robot bagi komposer angklung.

Pagelaran Angklung 2013

Sementara itu kang Maulana sama saja terpaksanya. Selama di ITB, dia adalah pemain bola. Namun sampai di negeri Jerman, tidak ada lowongan buat pemain bertubuh kecil. Jadilah kang Maul merintis latihan angklung saja, yang bisa bikin mahasiswa mancanegara di sana terpukau. Bahkan ketika kuliahnya berlanjut ke inggriss, kang maul kemudian melatihkan angklung bagi anak-anak promary school di Lancaster.

Siang hari, giliran Pak Handiman memberikan workshop pembuatan angklung. Sang empu angklung datang dengan membawa berbagai contoh bahan angklung, dan dengan sareh menjelaskan rahasia angklung yang berkualitas. Bahkan kemudian, para peserta diajak langsung membuat angklung sendiri, dan hasilnya boleh dibawa pulang.

Workshop membuat angklung

Pada akhirnya acara ini membuat kita sadar bahwa angklung itu bukan sekedar main musik. Semua orang bisa mengambil bagian, dan asik berkecimpung dengan kebisaannya masing-masing. Lalu ketika antusiasme ini bergabung, hasilnya akan mencengangkan.

Berita terkait:
Lestarikan Warisan Musik Indonesia melalui Pagelaran Angklung ITB 2013

 

Related posts:

Menjajal KiNXT di IRO 2012
Ajang Indonesia Robotic Olimpiade digelar kembali di Jakarta. Kali ini Klungbot I (yang ma...
Berjuang di INAICTA 2012
INAICTA adalah ajang penghargaan tertinggi untuk karya-karya inovatif di bidang teknologi ...
Klungbot di Lomba Paduan Suara...
Klungbot diundang ikut lomba paduan suara tingkat SD. Wah .... ya ngak adil kalau robot me...
Klungbot di Tripple Helix dan ...
Tanggal 8 Agustus adalah hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Tahun 2012 ini, kegiatannnya...
Doremi 3 - Banyak Instrumen
Sekitar akhir dekade 1960-an, Pak M. Burhan memelopori suatu ensemble yang diberi nama aru...
Doremi 5 - Ritme
Ritme adalah sepotong untaian nada yang berulang-ulang dengan beat yang sama, namun bisa b...
Klungbot di Peresmian Pusat Kr...
Ini untuk pertama kalinya, klungbot ditanggap sebagai alat peresmian, menggantikan gong. P...
Klung Competition 2013
Biasanya kalau ada kompetisi, klungbot ikut jadi peserta. Kali ini .... klungbot jadi hadi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× six = 36