Pameran dan Momen Deg-degan di INAICTA 2012

Well, setelah tim Berjuang di INAICTA 2012 pada tahap penjurian, kini saatnya tim klungbot (yang kali ini bertransformasi menjadi ‘Digital Interactive Angklung’) dan nominator lainnya mengikuti pameran untuk menampilkan karya mereka pada khalayak umum.  Pameran digelar selama dua hari mulai tanggal 14-15 September 2012  di Jakarta Convention Center yang disusul oleh Malam Penganugerahan pada malam hari terakhir pameran. Sayangnya karena para personil  utama Klungbot sedang berhalangan hadir pada kesempatan yang mendebarkan ini,  tim inti hanya diwakili oleh Alvin Nurhadi Wijaya yang ditemani oleh seorang teknisi dari Teknik Fisika ITB untuk menjaga booth pameran dan saya sendiri, si penulis yang bertugas sebagai juru foto amatir yang baru pertama kali pakai kamera DSLR.

 

Pameran

Booth klungbot dipadati pengunjung saat pameran baru berjalan kurang dari satu jam

Yang tanggal 14 atau 15 September 2012 kemarin datang ke pamerannya INAICTA pasti langsung manggut-manggut setuju kalo ada yang bilang karya-karya yang dipamerkan disana KEREN-KEREN DAHSYAT. Ada 17 kategori yang diisi oleh sekitar 5 hingga 9 nominator yang bersaing. Dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi, dari yang awalnya hanya coba-coba mengirimkan karya sampai yang benar-benar profesional, semuanya hebat. Bangga banget deh lihat perkembangan ICT di negeri kita tercinta ini. Tim Klungbot pasti jadi deg-degan juga nih setelah lihat para kompetitornya :D. Selain nominator yang bersaing, ada juga booth-booth yang diisi oleh sponsor acara seperti kaskus, komunitas Open Source, sampai vendor ponsel dan provider.

Alvin sedang diwawancara salah satu tim kementrian yang hadir ke "booth dadakan" klungbot

Booth yang disediakan ternyata tidak cukup besar untuk menyimpan klungbot. Terpaksa deh, klungbot dipindahkan ke tempat lain yang memungkinkan. Area baru yang disulap menjadi “booth dadakan” untuk klungbot ini sangat minim fasilitas. Hanya ada kursi untuk penjaga booth dan steker listrik, tidak ada tempat untuk memasang poster, banner atau hiasan lainnya. Namun hal itu tak membuat Klungbot gagal unjuk gigi. Dua hari penuh klungbot tetap optimal mengalunkan musik dari pustaka file lagunya.

Menjadi juara INAICTA pada tahun 2011 memang sudah terlampir pada daftar penghargaan bagi klungbot, maka lumrah bila banyak yang menanyakan apa beda klungbot tahun lalu dan klungbot tahun ini. Para penjaga booth klungbot pun harus menjelaskan perbedaan yang belum banyak diketahui oleh pengunjung tersebut, padahal sebenarnya sih sudah sangat jauh :). Agar pengunjung dan juri dapat memahami perbedaannya, mereka dibebaskan untuk mencoba memainkan klungbot dengan keyboard midi, aplikasi KlungDroid yang berjalan pada sistem operasi Android, dan aplikasi KlungNect yang menggunakan pengontrol Kinect berbasis sistem operasi Windows. Ketiga hal tersebut merupakan inovasi baru yang digunakan untuk mendukung permainan klungbot secara interaktif. Dengan inovasi-inovasi itulah, klungbot kali ini berevolusi menjadi “Digital Interactive Angklung”.

 

Piyu "Padi" memainkan keyboard midi yang mengontrol klungbot

Para pengunjung pun  bergiliran menunjukkan kebolehan mereka dalam bermain piano dengan menggunakan keyboard MIDI yang disediakan untuk mengontrol angklung. Angklung akan bergoyang sesuai dengan tuts yang ditekan pada keyboard midi. Banyak pengunjung yang hanya sekedar memainkan lagu Ibu Kita Kartini atau doremi dengan satu jari, tapi banyak juga yang sudah expert memainkan lagu-lagu seperti Fur Elise, Bohemian Rhapsody, dan Winter Games dengan kedua tangannya.

Alvin mempraktekan cara memainkan klungbot dengan menggunakan klungdroid

Bermain dengan tablet menggunakan aplikasi klungdroid diperbolehkan juga lho. Dengan aplikasi klungdroid ini pengguna bisa membunyikan angklung seperti bermain piano dengan cara menekan tuts-tuts piano yang ditampilkan pada layar tablet. Klungbot bisa juga dimainkan dengan cara menggoyang tablet sesuai nada angklung yang ingin digetarkan menggunakan aplikasi klungdroid ini.

 

Pengunjung mencoba memainkan klungbot dengan isyarat gerak tangan

Banyak juga yang terheran-heran saat mencoba memainkan klungbot  menggunakan aplikasi klungnect, karena angklungnya bisa goyang sendiri tanpa disentuh. Selain mengontrol nada apa yang akan digetarkan, klungnect ini juga dapat mengatur tempo lagu yang sedang dimainkan oleh klungbot hanya dengan isyarat gerakan tangan.

Pokoknya seru banget deh, booth klungbot selalu penuh oleh pengunjung maupun wartawan yang ingin coba dan tanya-tanya (bahkan saya yang bukan anggota tim asli tapi sedikit-banyak tahu tentang klungbot pun dipaksa wawancara oleh wartawan tak sabaran yang tak mau mengantri giliran wawancara dengan Alvin :D).

 

 

Malam Penganugerahan

Suasana khidmat saat pembukaan Malam Penganugerahan (mungkin karena semua pada deg-degan :D)

Tiba saat yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh nominator, yaitu Malam Penganugerahan. Dalam ruang Cendrawasih, acara dimulai dari pukul 19.00. Acara dibuka dengan sambutan dan hiburan-hiburan layaknya acara pengumuman pemenang untuk ajang-ajang kompetisi lainnya. INAICTA hanya memberikan satu gelar juara alias “Winner” pada tiap kategorinya, tidak ada istilah Juara 1,2 atau 3. Tapi selain “Winner” ada dua penghargaan lainnya yakni “Merrit” dan “Special Mention”. Nominator yang mendapat gelar “Merrit” berarti memiliki perbedaan nilai kurang dari 10% dibandingkan dengan nilai yang diraih”Winner”, sedangkan nominator yang mendapat sebutan “Special Mention” berarti memiliki karya yang mampu menarik perhatian lebih dari para juri. Jadi belum tentu selalu ada nominator yang mendapat gelar “Merrit” atau “Special Mention” di tiap kategorinya.

Acara Malam Penganugerahan dibawakan oleh Steny Agustaf dan mantan Putri Indonesia, Melani Putria

INAICTA tahun ini tidak dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tiffatul Sembiring. Namun tidak mengurangi kemegahan jalannya acara, terlebih lagi saat karya-karya tiap nominasi disebutkan judulnya dan para nominator menunggu namanya disebut saat menjadi pemenang. Alvin yang satu-satunya wakil dari Tim Klungbot saat itu harus menahan diri cukup lama. Karena kategori yang diikuti adalah kategori Creative and Innovative New Media pada tingkat profesional, pengumumannya harus menunggu juara dari kategori lain mulai dari tingkat SD diumumkan. Dan akhirnya nominasi untuk kategori Creative and Innovative New Media pun diumumkan. Setelah nyaris kehabisan nafas karena terlalu tegang menunggu pengumuman, akhirnya Tim Digital Interactive Angklung (dibaca Klungbot) dinobatkan menjadi “Winner” alias juara di kategorinya.

Alvin saat dipanggil ke atas panggung

Alvin pun akhirnya beranjak dari tempat duduknya karena dipersilakan naik ke atas panggung untuk menerima hadiah. Sedikit tips, apabila tahun depan anda lolos penjurian INAICTA dan yakin menjadi nominator yang mendapat gelar juara, pilihlah tempat duduk yang dekat atau mudah untuk mencapai panggung agar anda tidak terlalu lama menjadi sorotan kamera yang ditampilkan pada big screen (kecuali anda berharap ada sutradara yang tertarik pada penampilan anda) dan supaya para tamu hadirin di malam penganugerahan tidak terlalu lama menunggu anda sampai di panggung.

Alvin dan juara dari kategori lain saat diberi penghargaan

Para "Winner" dari setiap kategori di INAICTA 2012

Para “Winner” INAICTA ini masing-masing mendapat hadiah berupa piala, sertifikat juga sejumlah uang yang nominalnya cukup besar. Selanjutnya para juara ditugaskan untuk mewakili Indonesia di ajang APICTA (Asia Pacific ICT Award) yang tahun ini akan diselenggarakan di Brunei Darussalam.

Inilah sang juara (yang sudah kusam karena kelelahan 😀 ) dan pialanya seusai acara

Begitulah akhir perjuangan tim klungbot pada  INAICTA 2012 yang mengantarkan mereka pada babak baru di tingkat internasional, APICTA. Kini para anggota tim pun mulai bersiap-siap untuk membuat klungbot naik pesawat lagi dengan fitur dan kemampuan yang lebih dahsyat. Ayo kita doakan bersama supaya mereka, para tim klungbot, dapat membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Semangat tim klungbot, kami mendukung kalian! 🙂

 

Related posts:

KlungBot @ITBFAIR2012
KlungBot @ITBFAIR2012 , a show stopper, everyone was stopping to see. Ini adalah ke...
Penghargaan bagi Klungbot
Klungbot telah mendapat penghargaan sebagai berikut: Finalis Young National Award, LIP...
KlungBot @ New Majesty Bandung
KlungBot - Bohemian Rhapsody - Live @ New Majesty Bandung Angklung Robot Queen Cover , An...
Berjuang di INAICTA 2012
INAICTA adalah ajang penghargaan tertinggi untuk karya-karya inovatif di bidang teknologi ...
Berita Satu di Galeri TF
Ada reporter cantik datang ke TF ITB. Lagi-lagi yang beruntung menemani adalah Alvin. Alvi...
Klungbot membuka APCO Incubati...
APCO Incubation adalah kegiatan regional Asia Pacific untuk menetaskan calon wirausahawan....
PPM ITB untuk Bale Angklung Ba...
Sebagai wujud penghormatan pada Pak Handiman, sang empu angklung, ITB  menyelenggarakan ke...
Pasar Seni ITB 2014
Pasar Seni adalah perhelatan 4 tahunan di kampus ITB yang boleh dikata paling heboh. Jalan...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine × 2 =