Rahasia Angklung Padaeng 2 – Akompanimen

Angklung akompanimen, dari namanya sudah jelas, bertugas sebagai pengiring dalam suatu paduan angklung. Teori musik yang mendasarinya adalah akord. Namun seperti biasa, Pak Daeng Soetigna punya satu dua trik yang menegaskan otak inovator-nya.

Dalam bermusik, melodi adalah nada-nada utama yang harus dimainkan, karena itulah inti dari suatu lagu. Namun kalau hanya melodi saja, lagu akan terasa … bagaimana ya … mengambang mungkin kata yang agak cocok. Pokoknya kurang mantap, seperti mie bakso tanpa kecap. Agar melodinya lebih menonjol, maka lagu perlu dilengkapi dengan nada-nada pengiring yang disesuaikan dengan nada melodi memakai ilmu tentang akord [1].

Jarak nada akord triad

Jarak nada akord triad [1]

Akord quartet

Jarak nada akord quartet [1]

Secara singkat, akord adalah paduan tiga atau lebih nada yang terdengar enak (konsonan), dan bisa membawa mood (suasana) tersendiri. Ada berbagai macam akord, yang jika dikaji lebih dalam, ternyata ditentukan oleh jarak (interval) antar nada. Gambar diatas memperlihatkan contoh akord triad (3 nada) dan quartet (4 nada), dimana akord yang populer dipakai adalah:

  • Akord mayor, adalah paduan 3 nada dengan jarak 4 lalu 3, misalnya C-E-G.
  • Akord minor, merupakan paduan 3 nada dengan jarak 3 lalu 4, misalnya C-D#-G.
  • Akord mayor-septime adalah akord mayor yang kemudian ditambah harmonik ke-7, sehingga menjadi 4 nada dengan jarak 4-3-4. Contohnya adalah C-E-G-B

Akord ini mudah dimainkan dengan alat musik seperti piano (biasanya dengan tangan kiri, 3 atau 4 jari menekan bersamaan) maupun gitar (tangan kiri menekan beberapa senar pada fret). Namun bagaimana jika ingin dimainkan dengan angklung ? Kalau memakai angklung melodi, maka untuk membunyikan satu akord (misal C-E-G) harus dimainkan 3 atau lebih angklung melodi (yaitu nomor 6-10-13). Tentu saja ini merepotkan, maka Pak Daengpun putar otak, dan keluarlah inovasi angklung akompanimen.

Akompanimen Minor

Angklung akompanimen minor adalah angklung untuk memainkan akord minor (3 nada, dengan jarak 3-4). Seperti terlihat pada gambar di awal artikel, angklung ini memiliki 3 tabung   yang dipasang berurut dari besar ke kecil. Namun buat orang awam, kombinasi tabung ini agak membingungkan. Sebagai contoh, untuk akord C minor (C-D#-G), tabung paling besar bukanlah nada C, namun nada G, sehingga urutannya dari besar ke kecil adalah G-C-D#. Kenapa bisa begitu ?

Hal itu karena Pak Daeng memutuskan bahwa untuk angklung akompanimen, tabung yang dipakai ada 13, yaitu dari nada D#3 hingga D#4. Jadi untuk suatu akord, akan diambil nada akarnya (nada pertama), lalu nada berikutnya akan diambil sesuai selang, namun jika kelebihan maka memutar lagi dari bawah. Makanya untuk C minor, tabung pertama adalah C4. Selanjutnya tabung kedua naik 3, menjadi D#4. Untuk tabung ketiga, naik 3 dari E4, mestinya nada G4. Namun karena lewat, maka berputar turun, dipakailah tabung G3. Ayo coba di hitung, apa tabung yang akan dipakai jika ingin membuat angklung akompanimen D minor ?

Akompanimen Mayor

Ketika membuat akompanimen mayor, keluar lagi kecerdikan Pak Daeng. Sekarang beliau menyatukan akord mayor (triad) dan akord mayor-septime (quarted) menjadi satu angklung !

Hal itu bisa dilakukan, karena memang akord mayor-septime adalah akord mayor ditambah satu lagi nada dengan jarak 4. Jadi misalnya untuk angklung C mayor, maka akan dipakai tabung C4-E3-G3 ditambah dengan B3. Nantinya saat memainkan, akord C mayor septime akan didapat jika angklung digetarkan apa adanya (semua tabung berbunyi). Sementara itu ketika ingin memainkan akord mayor saja, tanpa septime, maka tabung B harus di-tengkep (ditahan) agar tidak ikut berbunyi. Cerdik bukan ?

Namun ada sedikit masalah disini. Jika diurut dari besar ke kecil, tabung angklung C mayor adalah E3 – G3 – B3 – C4. Lihat bahwa posisi tabung septime (B3) adalah di posisi ke-3. Untuk akord lain, posisi tabung septime ini ternyata berpindah-pindah (bisa jadi angklung ke-1, ke-2, ke-3 bahkan ke-4). Ini susah dihapalkan, dan juga dilakukan. Coba, bagaimana mau menengkep tabung yang ditengah sambil menggetarkan angklung ? Karena itu saat ini, angklung akompanimen mayor tabungnya tidak urut sesuai besar, dimana tabung septime selalu ditempatkan paling pinggir agar mudah ditengkep.

Demikianlah, dengan akal-akalannya tersebut, Pak Daeng bisa membuat angklung yang “beli 12 angklung, dapat 24 akord”. Diskon 50% tuh. Biar tidak kalah cerdik dibanding Pak Daeng, coba pikir, untuk akompanimen apa anda bisa “beli 4 angklung, dapat 12 akord” (diskon 67%) ?

Referensi

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Chord_(music)

 

 

Related posts:

Rahasia Angklung Padaeng 1 - M...
Akhirnya setelah lewat 75 tahun, Pak Daeng Soetigna (alm) mendapat pengakuan resmi sebagai...
Angklung
Angklung adalah alat musik tradisionil asal Indonesia yang terbuat dari bambu. Alat ini mu...
Isyarat Angklung Interaktif
Angklung interaktif adalah acara bermain angklung beramai-ramai secara langsung, tanpa pak...
Doremi 4 - Akord
Dalam partitur lagu, sering kita temui ada baris nada-nada utama dalam not angka, kemudian...
Nada 2 - Angklung Melodi
Ketika Pak Daeng Soetigna menciptakan angklung diatonis, sekitar tahun 1930-an, bangsa Ind...
Hama Angklung
Angklung adalah alat musik yang semuanya terbuat dari bambu (plus sedikit pengikat dari ro...
Angklung Toel
Biasanya, angklung harus dimainkan oleh sekelompok orang. Namun dengan angklung toel cipta...
Aransemen Angklung 1 - Melodi ...
Kang Asep Suhada dan kang Budi Supardiman berbagi ilmu aransemen angklung di workshop klun...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 4 = three