Suara

Manusia memiliki telinga yang dapat mendengar suara. Namun tahukah anda, apa sesungguhya suara itu ?

Suara yang didengar manusia sejatinya adalah gelombang mekanik yang ditimbulkan oleh getaran suatu benda, kemudian menjalar di medium udara, dan sampai ke telinga. Sebagai gelombang, ada tiga parameter dasar suara yakni:

  • Amplitudo, adalah maksimum simpangan gelombang yang teridentifikasi oleh telinga manusia sebagai keras lemahnya suara. Jika dibandingkan dengan cahaya, maka amplitudo cahaya akan diidentifikasi oleh mata sebagai terang atau gelap. Secara fisik di udara, amplitudo gelombang berwujud perubahan tekanan, dan bisa dinyatakan sebagai desibel.
  • Frekuensi adalah banyaknya getaran gelombang dalam satu detik, dan dinyatakan dalam satuan hertz. Oleh telinga, frekuensi diidentifikasi sebagai suara bernada tinggi atau rendah. Jika dibandingkan dengan cahaya, maka frekuensilah yang menyebabkan mata manusia bisa membedakan warna. Hanya saja ada perbedaan kemampuan mata dan telinga di sini. Pada umumnya, mata manusia dapat dengan pasti mengidentifikasi warna merah, jingga, hijau, biru hingga ungu. Sebaliknya, hanya telinga orang berbakat dan terlatih yang dapat membedakan nada suara dengan pasti (perfect pitch). Mayoritas orang hanya mampu membedakan tinggi nada dua suara dengan cara membandingkan. Bahkan, ada orang yang tak dapat membedakan nada (tone deaf) seperti halnya ada orang yang buta warna.
  • Fasa, adalah pergeseran waktu awalan gelombang. Telinga yang terlatih akan mampu mengidentifikasi beda fasa ini, misalnya akibat petikan dawai di tengah atau di pinggir.

Dengan pemahaman tersebut, musik yang mengalun keras lembut dan tinggi rendah dapat dijelaskan sebagai suara yang berubah-ubah amplitudo dan frekuensinya dengan waktu tertentu.

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 + five =